KALIJOSO, SuaraNU.id – Momentum bulan Muharram dimanfaatkan oleh warga Nahdlatul Ulama (NU) Kalijoso untuk menebar kepedulian kepada anak-anak yatim melalui kegiatan santunan yang digelar dengan penuh kehangatan dan kebersamaan.
Kegiatan yang berlangsung di bulan yang dikenal sebagai bulan penuh kemuliaan tersebut berhasil menghimpun dana sebesar Rp15.146.000. Dana tersebut kemudian disalurkan kepada tujuh anak yatim sebagai bentuk perhatian dan kasih sayang dari masyarakat kepada mereka yang telah kehilangan sosok ayah.
Ketua panitia menyampaikan bahwa santunan anak yatim bukan sekadar pemberian bantuan materi, melainkan juga upaya menghadirkan rasa cinta, perhatian, dan dukungan moral bagi anak-anak agar tetap semangat menjalani kehidupan.
“Anak yatim kehilangan sosok ayah di dunia, tetapi jangan sampai kehilangan kasih sayang dari lingkungan sekitarnya. Bulan Muharram menjadi momentum terbaik untuk berbagi dan menumbuhkan kepedulian sosial. Satu suap nasi, satu baju sekolah, atau satu doa tulus dari kita dapat menjadi bagian dari masa depan cerah mereka,” ujarnya.
Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat. Salah seorang warga Kalijoso, Slamet, mengaku senang dengan terselenggaranya acara yang dinilai mampu menumbuhkan semangat berbagi sejak dini kepada anak-anak.
“Acara seperti ini yang kita butuhkan. Di bulan Muharram yang mulia, kita diajak bersama-sama peduli. Anak saya jadi belajar bahwa berbagi itu indah,” ungkapnya.
Haru dan rasa syukur juga dirasakan para wali dan pendamping anak yatim yang menerima santunan. Dayah, salah seorang wali dari Adik Haikal, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada seluruh panitia dan para donatur.
“Sebagai ibu, rasanya terharu sekali. Berat rasanya menjadi ayah sekaligus ibu. Namun ketika melihat anak saya disayang dan diberikan santunan, rasanya ada yang menggantikan sosok ayahnya. Terima kasih kepada NU Kalijoso. Doa saya selalu untuk panitia dan para donatur,” tuturnya.
Dalam ajaran Islam, menyantuni anak yatim memiliki keutamaan yang sangat besar. Rasulullah SAW bahkan menjanjikan kedekatan di surga bagi orang yang memelihara dan menyayangi anak yatim.
Melalui kegiatan ini, NU Kalijoso berharap semangat gotong royong, kepedulian sosial, dan kasih sayang kepada anak yatim terus tumbuh di tengah masyarakat, tidak hanya pada bulan Muharram, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.




Pewarta : Misbah_kalijoso

