MAGELANG – Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama Jawa Tengah menggelar Bimbingan Teknis Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) bertajuk “Pesantren Agrobisnis” pada Selasa pagi (05/05/2026) di Ruang Nusantara, Gedung PCNU Kabupaten Magelang.
Acara ini menjadi momentum krusial bagi pesantren di wilayah Magelang untuk mentransformasi potensi agrobisnis menjadi kekuatan ekonomi riil melalui wadah koperasi.
Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Magelang, KH. Achmad Izzuddin, Lc.,MSI. dalam sambutannya menekankan bahwa kemandirian bukanlah hal baru di lingkungan pesantren.
Menurut Kiai Izzudin, jiwa self-reliance sudah ditanamkan oleh para masyayikh sejak santri pertama kali menginjakkan kaki di pondok.
“Kita selalu diajarkan oleh kiai-kiai kita untuk mandiri. Jiwa mandiri itu diajarkan sejak di pondok sebagai pembelajaran. Ada yang diamanahi mengelola kantin, mengolah sawah milik kiai, dan sebagainya. Ini adalah modal dasar kita,” ujar KH. Izzuddin di hadapan para peserta.
Senada dengan hal tersebut, Ketua LPNU PWNU Jawa Tengah, Mohammad Masykuri Masykur, menegaskan bahwa ketangguhan NU selama ini berakar pada kemampuan berdiri di atas kaki sendiri.
“Salah satu ciri khas dan faktor pendorong mengapa NU dari dulu kuat adalah kemandiriannya,” tegasnya.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang diskusi internal, tetapi juga menjembatani sinergi antara pesantren dengan pemerintah dan legislatif. Hadirnya tokoh-tokoh dari kajaran Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Tengah serta Komisi B DPRD Jawa Tengah menunjukkan dukungan penuh terhadap ekosistem agrobisnis pesantren
Perwakilan Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Tengah, Dessy Arjiani dalam sambutannya juga menilai sektor agrobisnis dinilai sangat tepat mengingat letak geografis Kabupaten Magelang yang agraris.
“Kita mendatangkan ahli dibidang pertanian harapannya selama 2 hari ini benar-benar mendapatkan ilmu yang bermanfaat.” Pungkas Dessy.
Melalui BIMTEK ini, diharapkan pesantren tidak hanya menjadi pusat tafaqquh fiddin (pendalaman ilmu agama), tetapi juga menjadi pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengelolaan koperasi yang profesional, modern, dan berbasis potensi pertanian/peternakan.
Acara dijadwalkan akan berlangsung selama 2 hari dengan menghadirkan pemateri-pemateri profesional yang sesuai dengan bidangnya. Peserta dihadirkan dari beberapa perwakilan pondok pesantren yang berasal dari area Karesidenan Kedu.




Pewarta : Toyyib Rizqi
Editor : Redaksi Suaranu.id

