Bumirejo, Mungkid — Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Desa Bumirejo menggelar mujahadah bersama masyarakat dan para petani sebagai bentuk ikhtiar lahir dan batin dalam menghadapi serangan hama sawah dan tikus yang melanda area persawahan warga. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis malam, 21 Mei 2026 di area Sawah Kidul Ligung, Desa Bumirejo.
Mujahadah ini dilaksanakan atas arahan Rais Syuriyah PRNU Desa Bumirejo. Kegiatan berlangsung dengan penuh khidmat sejak pukul 21.00 WIB dan diikuti oleh jajaran pengurus ranting NU, masyarakat, serta para petani setempat. Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Lembaga Pengembangan Pertanian (LPP) PCNU Kabupaten Magelang, Kepala Desa Bumirejo, Penyuluh Pertanian Desa Bumirejo, dan Bhabinkamtibmas Desa Bumirejo.
Kegiatan ini digelar sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap kondisi pertanian warga yang dalam beberapa bulan terakhir mengalami kerusakan cukup parah akibat serangan hama tikus. Bahkan, sebagian petani mengaku telah mengalami gagal panen selama dua musim atau kurang lebih delapan bulan terakhir akibat serangan hama yang terus berulang.
Suasana malam di tengah area persawahan dipenuhi lantunan doa, dzikir, dan munajat bersama yang dipanjatkan sebagai harapan agar Allah SWT memberikan perlindungan terhadap berbagai gangguan hama.
Ketua PRNU Desa Bumirejo, Nur Kholis, S.Pd.I., M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk ikhtiar lahir dan batin dalam menjaga ketahanan pangan masyarakat desa. Selain usaha teknis pertanian, doa bersama diharapkan menjadi penguat spiritual bagi para petani dalam menghadapi berbagai persoalan di sawah.
Mujahadah juga menjadi sarana mempererat kebersamaan antara pengurus NU dan masyarakat, khususnya para petani yang selama ini menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial Desa Bumirejo. Suasana religius dan kebersamaan diharapkan mampu menumbuhkan semangat gotong royong serta kepedulian antarwarga.
Kegiatan mujahadah merupakan salah satu tradisi keagamaan yang terus dijaga oleh warga Nahdliyin sebagai bentuk pendekatan spiritual dan penguatan nilai kebersamaan di tengah masyarakat.


Penulis : Muhammad Haris Yulianta

