MUNTILAN – SuaraNU.id – Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama Kabupaten Magelang menggelar Konferensi VIII di Pondok Pesantren Darussalam Timur, Watucongol, Muntilan, Minggu (15/2/2026). Konferensi yang menjadi momen refleksi akhir masa khidmah sekaligus pemilihan kepengurusan baru ini dihadiri oleh ratusan kader dari seluruh ranting se-Kabupaten Magelang.
Dalam laporan pertanggungjawabannya, Ketua PC Fatayat NU Magelang periode 2020-2025, Evi Hikmah Nurchayati, memaparkan deretan capaian selama lima tahun terakhir. Di masa pandemi, Fatayat bergerak cepat melakukan edukasi pencegahan Covid-19 dan menyalurkan bantuan bagi warga terdampak. Di sektor kesehatan, Fatayat menggandeng PT BNS untuk merenovasi gedung Posyandu di Desa Ketunggeng, Kecamatan Dukun, serta menginisiasi program “Tilek Simbok” yang berhasil menjadi best practice penanganan stunting di tingkat Provinsi Jawa Tengah dan diundang audiensi oleh Kementerian Kesehatan.
“Program ini merupakan integrasi dari instruksi Pimpinan Wilayah, yakni ‘Sambang Bocah’ dan ‘Sambang Simbok’, di mana kami juga aktif dalam praktik Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA),” ujar Evi di hadapan peserta konferensi. Ia menambahkan, Fatayat juga melaksanakan pendidikan kesehatan seksual dan reproduksi di 71 SMP negeri dan swasta se-Kabupaten Magelang dengan menggandeng Universitas Indonesia. Di bidang ekonomi, Fatayat menjalin kerja sama dengan Kemenaker untuk mengadakan pelatihan tenaga mandiri melalui usaha olahan bahan makanan bagi kader-kader di akar rumput.
Sederet program lain turut dilaporkan, di antaranya penelitian tentang perkawinan anak bersama Disdukcapil dan Kemenag Kabupaten Magelang yang hasilnya telah diterbitkan di jurnal ilmiah, penguatan ideologi kader melalui “Madrasah Fatayat” bekerja sama dengan Rahimah, pendidikan politik bersama KPU dan Bawaslu, serta optimalisasi lembaga untuk pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Fatayat Magelang juga menghasilkan buku berjudul Seribu Satu Kenangan Indah Fatayat sebagai dokumentasi perjuangan organisasi. Menutup masa khidmah, sekitar 5.000 anggota mengikuti manasik haji dan umrah di TMAJT.
Ketua PW Fatayat NU Jawa Tengah, Hj. Tazkiyyatul Muthmainnah, memberikan apresiasi tinggi dan mengategorikan Fatayat Kabupaten Magelang sebagai salah satu cabang terbaik di Jawa Tengah. “Tenaga, pikiran, bahkan finansial mungkin sudah ‘kelong’, tapi hasilnya luar biasa. Alhamdulillah, Magelang masuk kategori unggul karena struktur organisasinya sudah sangat settle, rantingnya komplit 300 lebih,” puji perempuan yang akrab disapa Mbak Iin tersebut. Sementara itu, Wakil Bupati Magelang H. Sahid mengingatkan para kader agar menjadikan pengabdian sebagai jalan keberkahan. Ning Nawal Nur Arafah turut menyoroti tantangan Indeks Pembangunan Gender Magelang yang masih di angka 71,99 persen serta tingginya kasus kekerasan terhadap anak yang menempati peringkat kedua se-Jawa Tengah, sebagai pekerjaan rumah bagi kepengurusan baru.
Konferensi ini menegaskan peran strategis Fatayat NU sebagai motor penggerak perempuan Nahdliyin yang tidak hanya fokus pada program keagamaan, tetapi juga hadir menjawab persoalan sosial, kesehatan, pendidikan, dan ekonomi di tengah masyarakat. Kepengurusan baru diharapkan mampu melanjutkan estafet perjuangan serta menghadirkan inovasi program yang semakin berdampak luas.

