SALAM – SUARANU.ID – Dalam rangka menyambut dan memuliakan Bulan Muharram 1448 Hijriah, Jam’iyyah Nahdlatul Ulama Ranting Salam bersama Badan Otonom NU dan UPZISNU kembali menggelar kegiatan santunan bagi anak yatim piatu dan penyandang disabilitas. Kegiatan berlangsung pada Ahad Wage, 21 Juni 2026, di Serambi Masjid Kyai Djoreh, Dusun Jareyan, Desa Salam, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang.
Pada kegiatan sosial yang rutin dilaksanakan setiap tahun ini, donasi ditasyarufkan kepada 55 anak yatim dan piatu serta 20 penyandang disabilitas dan penyandang retardasi mental yang berada di wilayah Desa Salam.
Ketua Tanfidziyah NU Ranting Salam, Ahmad Abdus Shomad, menyampaikan bahwa kegiatan santunan tidak hanya bertujuan membantu meringankan beban para penerima manfaat, namun juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap kondisi sosial di lingkungan sekitar.
“Kegiatan ini merupakan ikhtiar bersama untuk mengajak masyarakat agar lebih peka terhadap sesama, khususnya mereka yang membutuhkan perhatian dan dukungan. Semangat kepedulian sosial harus terus ditumbuhkan sebagai bagian dari nilai-nilai keislaman dan kemanusiaan,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa program tersebut juga menjadi media pembelajaran bagi kader-kader NU dalam mengelola dana umat secara profesional, transparan, dan akuntabel. Melalui pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan dana jariyah yang terintegrasi melalui satu pintu UPZISNU, kader NU diharapkan semakin siap menjalankan amanah organisasi sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, sinergi antara NU, badan otonom, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi kunci penting dalam membangun budaya gotong royong serta kepedulian sosial yang berkelanjutan.
“Ketika organisasi masyarakat, pemerintah, dan warga dapat berjalan bersama, maka berbagai persoalan sosial di lingkungan sekitar akan lebih mudah diatasi. Kepedulian tidak cukup hanya menjadi wacana, tetapi harus diwujudkan dalam aksi nyata,” tambahnya.
Melalui kegiatan santunan Muharram ini, pengurus UPZISNU Ranting Salam berharap gerakan KOIN NU semakin mengakar di tengah masyarakat sebagai sarana berbagi dan menebar manfaat untuk umat. Program tersebut juga menjadi wujud nyata amanah para munfiq, muzakki, dan donatur yang telah mempercayakan sebagian rezekinya melalui UPZISNU untuk membantu saudara-saudara yang membutuhkan
Suasana haru dan penuh kehangatan mewarnai kegiatan yang dihadiri oleh kepala desa, tokoh masyarakat, pengurus NU Ranting Salam, Muslimat NU, GP Ansor, Fatayat NU, IPNU-IPPNU, pengurus UPZISNU, serta warga masyarakat setempat.
Momentum santunan Muharram ini menjadi pengingat bahwa kebahagiaan tidak selalu lahir dari seberapa banyak yang dimiliki, tetapi dari seberapa besar kepedulian yang diberikan. Di tengah berbagai tantangan kehidupan, uluran tangan dan perhatian kepada anak yatim serta penyandang disabilitas menjadi bukti bahwa semangat gotong royong dan kasih sayang masih tumbuh subur di tengah masyarakat desa Salam.




Pewarta : Muhammad Imam Muttaqien

