TEMPURAN – Dalam upaya membekali tenaga pendidik dengan regulasi terbaru dan metode pengajaran yang humanis, Madrasah Ibtidaiyah (MI) se-Kecamatan Tempuran sukses menyelenggarakan Workshop Kurikulum Madrasah, Pembelajaran Mendalam, dan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, Selasa hingga Kamis (9-11/12/2025), bertempat di MI Walisongo Sumberarum.
Acara ini dihadiri oleh seluruh guru kelas 1-6 MI se-Kecamatan Tempuran, para Kepala Madrasah, serta Pengawas Pendidikan Madrasah Kemenag Kabupaten Magelang yang bertindak sebagai narasumber utama.
Pengawas Pendidikan Madrasah Kemenag Kabupaten Magelang, Drs. Muthohir, M.M.Pd, dalam sambutannya menekankan pentingnya bagi para pendidik untuk selalu update dan responsif terhadap regulasi pendidikan. Ia mewajibkan madrasah untuk memahami dan mengimplementasikan Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 1503 Tahun 2025.
“Madrasah harus mampu melaksanakan implementasi kurikulum terbaru ini agar tercipta suasana belajar yang interaktif, inspiratif, dan menyenangkan bagi murid,” ujar Muthohir saat membuka acara secara resmi.
Untuk menjaga efektivitas pelatihan, panitia membagi jadwal peserta menjadi tiga gelombang:
- Selasa: Guru Kelas 1 dan 2
- Rabu: Guru Kelas 3 dan 4
- Kamis: Guru Kelas 5 dan 6
Para peserta tidak hanya menerima materi secara teoretis, tetapi juga langsung mempraktikkan penyusunan modul bahan ajar hingga program kokurikuler melalui tugas kelompok yang kemudian dipresentasikan di hadapan peserta lain.
Ketua KKM MI Kecamatan Tempuran, Kismanto, S.Pd.I, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada MI Walisongo Sumberarum sebagai tuan rumah. Ia berharap workshop ini menjadi titik balik bagi guru untuk mengintegrasikan pendekatan Pembelajaran Mendalam yang berlandaskan pada nilai-nilai Panca Cinta.Nilai-nilai Panca Cinta tersebut meliputi:
- Cinta Allah dan Rasul-Nya
- Cinta Ilmu
- Cinta Lingkungan
- Cinta Diri dan Sesama Manusia
- Cinta Tanah Air
Integrasi ini diharapkan dapat mewarnai seluruh proses pendidikan di madrasah, mulai dari intrakurikuler, kokurikuler, ekstrakurikuler, hingga pembentukan budaya madrasah yang positif.
Pewarta : Muhammad Nur A M / RZQ

