Srumbung – Sekolah dan Madrasah yang berada di bawah naungan Lembaga Pendidikan Maarif NU Kabupaten Magelang diwajibkan untuk menggunakan bahasa jawa dalam menyampaikan pembelajaran, minimal seminggu sekali.
“Karena saat ini para siswa-siswi sudah lupa tentang hal berbahasa Jawa terutama di dalam ungah-ungguh terhadap orang yang lebih tua,” Jelas Ketua LP Ma’arif NU Kecamatan Srumbung, Muh Adib, S.Pd.I, baru-baru ini.
Menurut Adib, intruksi ini melanjutkan apa yang sebelumnya juga sudah diintruksikan oleh ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Magelang, KH. Ahmad Izzudin Lc. “Instruksi ini langsung dari Gus Izzudin selaku ketua PCNU, kita nderek saja,” ungkapnya.
Pesan Ketua PCNU tersebut disampaikan Muh Adib dalam kegiatan Pengajian Ramadan yang diikuti oleh Kepala RA/SD/MI/SMP/MTs/SMA dan Guru MI Ma’arif se-Kecamatan Srumbung yang dilaksanakan di Gedung MWC NU Kecamatan Srumbung.
Selain dihadiri Kepala dan guru sekolah dan Madrasah Ma’arif, kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Para Kyai, Ketua MWC NU Srumbung H Muslih, M. Pd.I, segenap pengurus MWC Kec. Srumbung dan Wakil Ketua PCNU Kabupaten Magelang Bapak Drs Amron Awaludin, M. Pd.
“Kegiatan ini tidak hanya sebagai ajang silaturahim akan tetapi lebih mengenalkan kepengurusan LP Ma’arif yang baru dan Kepengusan MWC NU Srumbung Masa Khidmad 2025-2030,” ungkapnya lagi.
Ketua MWC NU Kecamatan Srumbung H. Muslih. M. Pd.I dalam sambutannya menyampaikan agar sekokah/madrasah Ma’arif jangan sampai lupa akan hirohnya berhidmad di NU.
“Ghiroh ini penting kita ingat, agar pengabdian ini lebih barokah serta sekolah/madrasah agar lebih maju baik dan berkembang dari segi prestasi, siswanya serta gedungnya supaya lebih dikenal oleh semua masyarakat,” papar Muslikh.
Sementara Wakil Ketua PCNU Kabupaten Magelang, Amron Awaludin, M. Pd menyampaikan, momentum Ramadhan adalah sebagian ladang untuk mencari kebaikan yang lebih dan manusia hidup di dunia hanya sementara yang kekal adalah di akhirat.
“Maka mari kita semua selalu berbuat baik terhadap siapapun dan jangan sampai meninggalkan sholat, ” ujarnya.
Kegitan ini diakhiri dengan do’a bersama yang dipimpin oleh Pengurus Syuriah MWC NU Kecamatan Srumbung.
Kontributor : Muh Adib
Editor : Ahmad Muslim