MAGELANG, suaranu.id – Semangat kekeluargaan dan tradisi guyub khas santri terpancar kuat di Lapangan Kompleks Pondok Pesantren Subanul Waton, Giri Kulon, Secang, Kabupaten Magelang. Pada Rabu (4/2/2026), ratusan alumni santri dari empat pesantren besar—Tegalrejo, Lirboyo, Sarang, dan Ploso—yang tergabung dalam wadah TEPOSLIRO, berkumpul untuk menyelenggarakan Joyongso Cup 2026.
Kegiatan ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan ikhtiar kolektif para alumni untuk merawat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah nahdliyah pasca-menempuh pendidikan di pesantren.
Padukan Olahraga Tradisional dan Modern
Joyongso Cup 2026 menghadirkan dua cabang lomba yang menarik minat lintas generasi, yakni fun football dan e-sport. Peserta merupakan para alumni santri yang berdomisili di wilayah Kabupaten Magelang dan Temanggung.
Meski kompetisi berlangsung sengit, suasana tetap cair dengan candaan khas santri. Nilai-nilai tawadhu dan adab tetap dijunjung tinggi di atas lapangan.
“Joyongso Cup ini adalah wasilah (perantara) untuk merawat silaturahim antaralumni. Ini bagian dari khidmah kami agar nilai-nilai pesantren dan Aswaja tetap hidup di tengah masyarakat,” ujar Sahabat Rofi, Panitia Joyongso Cup 2026.
Daftar Juara: Tegalrejo Dominasi Podium
Dalam gelaran tahun ini, tim alumni Pesantren Tegalrejo menunjukkan ketangguhannya dengan keluar sebagai juara pertama di cabang fun football. Pertandingan final berlangsung dramatis namun tetap penuh etika persaudaraan.
Sementara itu, di ranah digital, gelar juara cabang e-sport diraih oleh Sohem, yang juga merupakan alumni Tegalrejo. Ia tampil konsisten dan fokus hingga babak puncak.
Komitmen Menjaga Harmoni Sosial
Lebih jauh, Sahabat Rofi menekankan bahwa alumni santri memiliki tanggung jawab moral sebagai teladan di tengah masyarakat. Melalui wadah TEPOSLIRO, diharapkan para alumni semakin solid dalam menguatkan harmoni sosial dan berkhidmah bersama jam’iyyah Nahdlatul Ulama.
“Kami berharap Joyongso Cup bisa menjadi agenda rutin. Selain memperkuat jejaring, ini adalah cara kami meneguhkan peran santri dalam merawat Islam rahmatan lil ‘alamin,” tambahnya.
Acara ditutup dengan doa bersama sebagai ungkapan syukur, sekaligus harapan agar ukhuwah antaralumni pesantren lintas daerah ini tetap terjaga selamanya.





Kontributor: Infokom PAC GP Ansor Secang
Editor: (SDM)

