Kebahagiaan bukanlah diukur dari banyak atau sedikitnya harta yang
dimiliki oleh seseorang, kebahagiaan bukanlah diukur dari rendah
tingginya jabatan yang disandang oleh seseorang, kebahagiaan adalah
suatu kehidupan di mana jiwa manusia memperoleh ketenangan dan
kedamaian.
diperbudak oleh pernik-pernik dunia, dan jiwa yang selalu qanaah
menerima qadla dan qadar-Nya serta hati yang ikhlas dalam melakukan
kebajikan akan melahirkan ketenangan jiwa.
Hadits nabi dari Abdullah bin Amr bin Ash RA, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
قَدْ أَفْلَحَ مَنْ هُدِىَ إِلَى الإِسْلاَمِ وَرُزِقَ الْكَفَافَ وَقَنِعَ بِهِ
Artinya:
Sungguh beruntung orang yang diberi petunjuk dalam Islam, diberi
rezeki yang cukup, dan qanaah (merasa cukup) dengan rezeki tersebut. (HR Ibnu Majah)
Penulis: H Ahmad Niam Syukri Masruri
diposting ulang dari jateng.nu.or.id