MAGELANG, suaranu.id – Lembaga Takmir Masjid Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (LTM PCNU) Kabupaten Magelang kembali menggencarkan kegiatan Turun ke Bawah (Turba). Memanfaatkan momentum Ahad Legi (24/5/2026), Turba kali ini bertempat di Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Kecamatan Ngablak dengan agenda utama penguatan kapasitas kader dan takmir masjid.
Kegiatan yang berlangsung dari pukul 08.30 hingga 12.15 WIB ini mengintegrasikan tiga program sekaligus, yaitu:
- Pelatihan Muharrik (Penggerak) Masjid
- Pengkaderan Khotib
- Praktik Penyembelihan Halal
Agenda simultan ini diikuti dengan sangat antusias oleh sekitar 135 peserta yang memadati lokasi acara.
Penguatan Manajemen Masjid dan Bekal Iduladha
Acara ini dihadiri langsung oleh jajaran pengurus MWC NU Kecamatan Ngablak serta Sekretaris Pengurus Harian (PH) PCNU Kabupaten Magelang, Zaenal Afifudin, S.Si.
Dalam pengarahannya, Zaenal Afifudin menegaskan bahwa Turba ini merupakan langkah konkret sinergi struktural NU dalam mengawal basis jemaah di tingkat akar rumput.
”Kegiatan ini merupakan penguatan program pendampingan dalam manajemen kemasjidan, sekaligus pembekalan sembelihan halal. Ini momentum yang sangat tepat, terutama menjelang Hari Raya Iduladha 1447 H, agar masyarakat memiliki pemahaman yang benar dan sesuai syariat,” ujar Zaenal.
Program Unggulan: Menyisakan Dua Kecamatan Lagi
Ketua LTM PCNU Kabupaten Magelang, H. Nursalim, S.Ag., M.S.I., dalam sambutannya menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari program khidmah utama LTM PCNU dalam merangkul seluruh takmir di wilayah Kabupaten Magelang.
”Alhamdulillah, Turba di MWC NU Ngablak ini merupakan putaran ke-19 dari total 21 MWC NU yang ada di Kabupaten Magelang. Kami berkomitmen untuk menyelesaikan seluruh putaran demi standardisasi manajemen masjid NU yang makmur dan mandiri,” jelas H. Nursalim.
Antusiasme Tinggi pada Praktik Juleha
Suasana pelatihan terasa sangat dinamis, terlebih saat memasuki materi utama dan praktik penyembelihan halal. Kehadiran KH. Ahmad Syakir sebagai narasumber ahli sukses menyedot perhatian penuh dari para peserta.
Para peserta, yang mayoritas merupakan takmir masjid dan jagal lokal (calon Juru Sembelih Halal/Juleha), aktif bertanya dan mempraktikkan teknik penyembelihan yang:
- Cepat dan taktis.
- Berperikehewanan (ihsan).
- Sah secara hukum Islam (fikih).
Setelah pemaparan materi dan praktik selesai, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab interaktif yang mengupas tuntas problem pengelolaan masjid di lereng Gunung Merbabu tersebut, sebelum akhirnya ditutup menjelang waktu salat Zuhur.




Kontributor: Nurkholis (Sekretaris LTM PCNU Kabupaten Magelang)
Editor: Redaksi Suaranu.id

