Menu

Mode Gelap

Sejarah · 17 Jun 2020 15:47 WIB · · Artikel ini telah dibaca 11 kali

Menelisik Sejarah Madrasah Ma’arif di Magelang


Menelisik Sejarah Madrasah Ma’arif di Magelang Perbesar

Bagikan :

Oleh Abdul Azis Idris Abdan

Keberadaan madrasah atau sekolah di bawah pengelolaan LP. Ma’arif saat ini tidak bisa dipisahkan dengan sejarah perjuangan dan kontribusi tokoh-tokoh NU, masyarakat Nahdliyin dan umat Islam secara umum. Ada kepedulian masyarakat saat itu atas pentingnya nilai pendidikan. Sedangkan di sisi lain keberadaan sekolah masih sangat minim. Di dekade tahun 1950-an dan 1960-an, pemerintah masih sedikit membangun sekolah. Maka kemudian berdirilah madrasah-madrasah yang diinisiasi dan dibangun oleh masyarakat dengan dukungan penuh para tokoh masyarakat, utamanya kalau di Jawa adalah para Kyai atau Ulama setempat.
Saat NU menjadi partai politik, lembaga pendidikan di bawah naungannya tentu tetap harus dikelola dengan profesional, sekalipun persoalan politik tidak kemudian dibawa-bawa ke ranah pendidikan. Maka kemudian dibentuk lembaga yang secara khusus menangani dan mengelola unit-unit pendidikan yang dirikan dan dikelola di bawah naungan NU.
Ada fakta menarik terkait dengan keberadaan madrasah yang dikelola oleh NU ini saat menjadi partai politik, yakni bahwa terkait dengan bantuan dana pemerintah untuk lembaga pendidikan di bawah pengelolaan partai politik nilainya lebih besar dibandingkan dengan yang dikelola oleh yayasan murni yang tidak terkait dengan afiliasi politik saat itu. Bahwa saat itu bantuan pemerintah untuk anak didik berbeda-beda dilihat dari siapa pengelola sekolah atau madrasah;
Rp 30 per anak di sekolah yang dikelola di bawah partai politik, Rp 20 per anak di sekolah yang dikelola di bawah yayasan, dan Rp 10 anak di sekolah yang dikelola di bawah yayasan milik pribadi atau dikelola secara perseorangan. Saat itulah kemudian banyak  madrasah-madrasah bergabung dengan NU.

Baca Juga  Spirit Perang Badar dalam Menghadapi Pandemi

Berbeda dengan keadaan di masa Orde Baru, sekitar tahun 1972. Karena tekanan rejim Orde Baru, bahwa sekolah atau madrasah tidak boleh bernaung di bawah partai politik, maka beberapa madrasah di Magelang membuat yayasan baru sebagai pengelola madrasah seperti YAJRI di Kecamatan Secang, YAKTI di Kecamatan Tegalrejo, YASPI di Kecamatn Pakis dan lain-lain. Beberapa fakta ini menarik sebagai bagian dari sikap warga NU di dalam mengelola lembaga pendidikan untuk selalu survive, bertahan dan berkembang dalam keadaan dan sistem kebijakan pemerintah yang berbeda-beda.

Baca Juga  Sejarah NU Magelang

Semoga di era saat ini dan masa yang akan datang sekolah, madrasah dan lembaga pendidikan di bawah naungan LP. Ma’arif NU senantiasa berkembang dan terkelola secara profesional dan mampu kokoh berdiri seiring dengan zaman dan keadaan yang selalu berubah dan berbeda-beda. Amin.

Pangkat, 17 Juni 2020

Penulis adalah Wakil Katib Syuriah PCNU Kabupaten Magelang

Bagikan :
badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kyai Chudhori, Gus Muh dan Dakwah Budaya (1)

9 February 2025 - 06:12 WIB

Kyai Abdan, Sang Jurkam NU

4 February 2025 - 03:56 WIB

Jelang Harlah NU ke-102, Kekuatan Doa ( 2 )

11 January 2025 - 08:00 WIB

Sambut Muktamar Dengan Menyegarkan Kembali Gerakan Mabadi Khaira Ummah ( I )

9 November 2021 - 14:23 WIB

Spiritualitas oleh KH. Dr. Abdul Ghofur Maimoen, MA

11 October 2021 - 10:09 WIB

Sejarah, Sikap Kemasyarakatan dan Pandangan NU terhadap Pancasila dan NKRI

5 June 2021 - 01:37 WIB

Trending di Artikel