SALAM – Pengumuman Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) menjadi momen yang istimewa bagi siswa-siswi di seluruh Indonesia. Begitu pula bagi kisah perjuangan Ahmad Andi Riskiyana, siswa 18 tahun lolos SNBP UNY, yang mencatatkan prestasi luar biasa setelah lolos seleksi dan meraih kesempatan belajar di Universitas Negeri Yogyakarta.
Ahmad Andi Riskiyana, berhasil mencatat namanya dalam daftar peserta lulus Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) Tahun 2025. Andi panggilan akrabnya, merupakan salah satu siswa kelas 12 Jurusan Teknik Audio Video SMK Ma’arif Salam yang diterima di Program Studi (Prodi) S1 Pendidikan Teknik Elektro di Universitas Negeri Yogyakarta.
Siswa kelahiran 17 Maret 2007 di Semarang ini mengaku sangat senang dan tidak menyangka bisa diterima di universitas favoritnya. Baginya, berhasil lulus SNBP merupakan hal yang tidak mudah. Namun, berkat niat, semangat dan tekun belajar, akhirnya membawanya menunju gerbang kesuksesan.
Bagaimana tidak? Ia memulai persiapan mengikuti SNBP ini sejak ia duduk di kelas 10. Ketika teman yang lain sibuk bermain, Andi lebih memilih belajar agar bisa mempertahankan dan meningkatkan nilai-nilai pelajarannya. Hingga ia selalu berhasil mendapatkan peringkat, minimal 5 besar di kelasnya.
Sejak awal masuk SMK Ma’arif Salam, tujuan Andi memang ingin kuliah di bidang pendidikan teknik. Tujuan Andi ingin kuliah terlebih dahulu bukan tanpa alasan. Siswa kelahiran Semarang ini, mengaku kurang percaya diri jika harus bersaing untuk mendaftar kerja disuatu perusahaan.
“Saya kurang memenuhi persyaratan kerja seperti tinggi badan, berat badan, ataupun pengalaman,” ungkap Andi.
Anak pertama dari dua bersaudara ini, memiliki keyakinan kuat bahwa dengan menuntut ilmu di Perguruan Tinggi akan dapat menambah pengetahuan, relasi dan membuka wawasan yang luas. Selain itu, impian menjadi seorang guru dalam diri Andi juga cukup besar.
“Saya kuliah karena ingin menjadi guru di bidang elektro,” terang Andi.
Di balik keberhasilan Andi di SNBP 2025, ada dukungan dan restu dari orang tua yang selalu memberikan yang terbaik atas pilihan serta keputusannya untuk melanjutkan pendidikan.
“Orang tua saya bercita-cita ingin menyekolahkan anaknya sampai perguruan tinggi. Sehingga orang tua saya sangat mendukung dan senang dengan pilihan saya ini,” tutur Andi.
Andi berharap dengan lulus SNBP ini dapat menjadi langkah awalnya dalam meraih cita-cita dan dapat mengangkat drajat kedua orangtuannya. Selain itu, ia juga berharap dapat menularkan semangat untuk adik kelas yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
“Dengan lulus SNBP ini, semoga saya bisa membuka peluang yang lebih besar bagi adik-adik kelas yang ingin kuliah,” pungkasnya memotivasi.
Perjuangan dan dedikasi Ahmad Andi Riskiyana menjadi bukti nyata bahwa kerja keras diiringi tekad yang kuat dan do’a restu orang tua dapat membawa seseorang menuju kesuksesan. Semoga kisah ini menjadi inspirasi bagi banyak siswa lainnya yang sedang menuntut ilmu.
Pewarta: Imam / Editor: RZQ