SECANG, suaranu.id – Peringatan Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama (NU) ke-100 tahun Masehi di Gedung MWC NU Secang, Kabupaten Magelang, menjadi momentum penting untuk menata barisan. Acara yang digelar pada Jumat (30/01/2026) ini menyoroti pentingnya penguatan konsolidasi internal dalam menghadapi gempuran tantangan global.
Ahmad Taufiq dari Lakpesdam PCNU Kabupaten Magelang, dalam sambutannya menegaskan bahwa usia satu abad adalah titik balik bagi NU untuk semakin solid. Menurutnya, sebagai organisasi keagamaan dan sosial terbesar, NU harus memperkuat struktur dari akar rumput hingga pusat.
“Kita harus memperkuat soliditas internal, mulai dari tata kelola struktur, kesinambungan kaderisasi, hingga gerakan pelayanan umat yang lebih nyata,” ujar Taufiq di hadapan para pengurus dan kader NU Secang.
Menjawab Tantangan Teknologi
Lebih lanjut, Taufiq menggarisbawahi bahwa tantangan abad kedua ini bukan lagi sekadar perubahan sosial-budaya, melainkan revolusi teknologi yang masif. Hal ini dinilai memengaruhi pola pikir dan cara berorganisasi warga Nahdliyin.
Ia mengajak seluruh elemen NU untuk tidak alergi terhadap teknologi, melainkan mampu menjinakkannya demi kepentingan dakwah.
“Adaptasi terhadap teknologi adalah keharusan. Kita dituntut mampu berinovasi tanpa sedikit pun meninggalkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah yang menjadi jati diri kita. Teknologi harus kita gunakan sebagai sarana dakwah, pendidikan, dan penguatan organisasi,” tegasnya.
Refleksi dan Khidmah
Peringatan Harlah ini juga menjadi ajang refleksi kolektif. Taufiq berharap, dengan semangat satu abad ini, warga NU tidak sekadar terjebak dalam euforia seremonial, tetapi benar-benar mampu menjawab tantangan zaman secara arif dan berkelanjutan.
Pemanfaatan teknologi secara bijak diharapkan mampu memperluas jangkauan manfaat NU bagi masyarakat luas, sehingga kehadiran jam’iyah ini semakin dirasakan dampaknya dalam memajukan peradaban.
Acara yang berlangsung khidmat ini ditutup dengan doa bersama untuk kemajuan Nahdlatul Ulama dalam memasuki abad kedua perjuangannya.



Kontributor: MWCNU Secang
Editor: Redaksi suaranu.id

