MERTOYUDAN – Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Kecamatan Mertoyudan sukses menggelar Talkshow Entrepreneurship bertajuk “Generasi Muda Tangguh: Membangun Kewirausahaan Berdampak Sosial” pada Minggu (21/12) malam. Acara yang merupakan bagian dari agenda #TrilapanBersama ini menjadi momentum kebangkitan ekonomi bagi para kader muda Nahdliyin di wilayah Mertoyudan.
Bertempat di Pasaban Cafe, Sumberrejo, Mertoyudan suasana diskusi terasa hangat namun sarat akan ilmu. Kegiatan ini menghadirkan perpaduan antara restu para kiai, landasan ideologis pimpinan organisasi, serta pengalaman praktis dari para pelaku bisnis sukses.
Kehadiran jajaran pimpinan NU, seperti Ketua Tanfidziyah MWC NU Mertoyudan, KH Mahfud Ma’arif, dan Rois Syuriyah PRNU Sumberrejo, KH Muhammad Ilyas, memberikan legitimasi moral bagi gerakan ini.
Ketua PC GP Ansor Kabupaten Magelang, H. Ulin Nuha, dalam sambutannya menegaskan bahwa kemandirian ekonomi kader bukan sekadar soal mencari keuntungan pribadi, melainkan bagian dari perjuangan ideologis.
“Ekonomi Islam harus membawa kemaslahatan bagi alam semesta. Bagi kader Ansor Banser, kemandirian adalah sarana untuk menyejahterakan umat dan menjadi benteng dari kezaliman ekonomi,” tegasnya.
Sebagai narasumber utama, Ketua Bidang Ekonomi PC GP Ansor Magelang sekaligus Owner Dzikri Herbal, Mundakir membedah kunci sukses bisnis. Ia mengingatkan para kader agar tidak terjebak pada keinginan untung instan.
“Benahi dulu mindset-mu. Bisnis yang berkah adalah bisnis yang berangkat dari niat menjadi solusi atas masalah orang lain,” ujar Mundakir.
Menariknya, Mundakir menawarkan peluang konkret bagi para kader untuk berkolaborasi menjadi petani bahan baku jamu. Menurutnya, sektor ini memiliki potensi pasar yang luas namun dengan tingkat persaingan yang masih rendah. Ia bahkan berkomitmen memberikan pendampingan penuh hingga kader mencapai kemandirian.
Di sisi lain, Owner Pasaban Cafe, Umar Asrori berbagi kisah realita dunia usaha.
“Wirausaha itu paket lengkap antara pahit dan manis. Pahitnya di modal dan risiko, manisnya di kepuasan batin saat bermanfaat bagi orang lain. Kuncinya hanya karakter pantang menyerah,” ungkapnya.
Diskusi yang dipandu secara dinamis oleh M. Dhofir ini semakin berwarna dengan penampilan Munir Syalala. Lantunan puisi dan lagu-lagu legendaris karya Ismail Marzuki yang ia bawakan berhasil menyentuh sisi emosional peserta, membuat pesan-pesan bisnis yang berat menjadi lebih mudah meresap.
Meski berlangsung hingga dini hari (pukul 01.30 WIB), semangat peserta tidak surut. Hal ini membuktikan dahaga para pemuda akan bimbingan kewirausahaan yang nyata.
Ketua PAC GP Ansor Mertoyudan, Khusen Mahmud, turut menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni. Ia mendorong kader untuk bertransformasi dari sekadar pelaku kegiatan sosial-keagamaan menjadi penggerak ekonomi kreatif.
“Sudah saatnya kader Ansor Mertoyudan tampil di barisan depan sebagai penggerak ekonomi lokal. Kami melalui Bidang Ekonomi berkomitmen mengawal proses berwirausaha sahabat-sahabat secara konkret hingga mandiri,” pungkas Khusen.

Langkah ini juga didukung penuh oleh Umar Asrori yang menyatakan kesediaannya untuk menjadi mentor bagi kader Ansor yang ingin membedah peluang usaha di lapangan secara langsung.
Kontributor : Thoyyib Rizqi

