JAKARTA – Dua orang guru dari Sekolah Luar Biasa (SLB) Maarif Muntilan, Rani Widyaningsih dan Meutia Suci Ramadanti, mengikuti Pelatihan Al-Qur’an Isyarat yang diselenggarakan oleh NU Care-LAZISNU pada Sabtu-Minggu, 15-16 Maret 2025. Kegiatan ini berlangsung di Kantor NU CARE-LAZISNU Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Jakarta Pusat.
Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan keterampilan kepada para pendidik dalam mengajarkan Al-Qur’an kepada penyandang disabilitas, khususnya tunarungu. Dengan metode isyarat, diharapkan pembelajaran Al-Qur’an menjadi lebih inklusif dan mudah diakses oleh semua kalangan.
Direktur Eksekutif NU CARE-LAZISNU, Drs. H. Qohari Kholil, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen NU CARE-LAZISNU dalam mendukung pendidikan inklusif berbasis keagamaan. “Kami ingin memastikan bahwa setiap individu, termasuk mereka yang memiliki keterbatasan pendengaran, tetap mendapatkan akses yang sama dalam belajar dan memahami Al-Qur’an,” ujarnya.
Dengan mengikuti pelatihan ini, Rani Widyaningsih dan Meutia Suci Ramadanti diharapkan dapat mengimplementasikan ilmu yang didapat dalam proses pembelajaran di SLB Maarif Muntilan serta turut berkontribusi dalam pengembangan metode pengajaran Al-Qur’an yang ramah bagi penyandang disabilitas.
Pewarta: Najib Chaqoqo