<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Ibadah Archives - Suara NU</title>
	<atom:link href="https://suaranu.id/category/ibadah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suaranu.id/category/ibadah/</link>
	<description>Suara Nahdliyin Magelang</description>
	<lastBuildDate>Mon, 18 May 2026 19:14:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://suaranu.id/storage/2025/03/cropped-snu1-55x55.png</url>
	<title>Ibadah Archives - Suara NU</title>
	<link>https://suaranu.id/category/ibadah/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Dobrak Pasar Musiman, Divisi Ekonomi GP Ansor Kabupaten Magelang Sediakan Hewan Qurban Mulai Rp2,5 Juta</title>
		<link>https://suaranu.id/dobrak-pasar-musiman-divisi-ekonomi-gp-ansor-kabupaten-magelang-sediakan-hewan-qurban-mulai-rp25-juta/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin Suara Nu]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 May 2026 19:14:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[idul adha]]></category>
		<category><![CDATA[Kambing]]></category>
		<category><![CDATA[qurban]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suaranu.id/?p=2548</guid>

					<description><![CDATA[<p>MAGELANG &#8211; SuaraNU.id – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 H, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda...</p>
<p>The post <a href="https://suaranu.id/dobrak-pasar-musiman-divisi-ekonomi-gp-ansor-kabupaten-magelang-sediakan-hewan-qurban-mulai-rp25-juta/">Dobrak Pasar Musiman, Divisi Ekonomi GP Ansor Kabupaten Magelang Sediakan Hewan Qurban Mulai Rp2,5 Juta</a> appeared first on <a href="https://suaranu.id">Suara NU</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div id="suara-3822382364" class="suara-before-content suara-entity-placement"><script async src="//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-1934660840892242" crossorigin="anonymous"></script><ins class="adsbygoogle" style="display:block;" data-ad-client="ca-pub-1934660840892242" 
data-ad-slot="8121709195" 
data-ad-format="auto"></ins>
<script> 
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({}); 
</script>
</div>
<p class="wp-block-paragraph">MAGELANG &#8211; SuaraNU.id – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 H, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Magelang melalui Divisi Ekonomi resmi meluncurkan program penjualan hewan qurban. Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi jangka panjang organisasi dalam membangun kemandirian ekonomi kader serta pemberdayaan umat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Program yang diinisiasi oleh badan otonom Nahdlatul Ulama (NU) ini menyediakan hewan qurban berupa sapi dan kambing dengan jaminan kualitas yang ketat, baik dari segi kesehatan maupun pemenuhan kriteria sesuai syariat Islam.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketua PC GP Ansor Kabupaten Magelang, H. Aghus Ulinnuha menyampaikan bahwa program ini tidak sekadar aktivitas perniagaan musiman, melainkan sebuah gerakan simultan untuk memperkuat ketahanan finansial organisasi di semua tingkatan, mulai dari Cabang, Anak Cabang (PAC), hingga Ranting.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kami ingin membuktikan bahwa pemuda Ansor tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan dan pengawalan ulama, tetapi juga mampu hadir sebagai motor penggerak ekonomi. Melalui Divisi Ekonomi, kami mengelola hulu ke hilir program ini agar memberikan manfaat nyata, baik bagi peternak lokal maupun bagi jamaah yang ingin berqurban,&#8221; ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, Ketua Divisi Ekonomi PC GP Ansor Kabupaten Magelang, Mundzakir menjelaskan bahwa seluruh hewan qurban yang dipasarkan telah melalui proses kurasi dan pemeriksaan kesehatan. Ansor Magelang bekerja sama langsung dengan para peternak lokal di wilayah Kabupaten Magelang untuk memastikan pasokan hewan dalam kondisi prima.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kami memastikan seluruh hewan qurban dalam keadaan sehat, bebas dari penyakit, dan pastinya cukup umur sesuai syariat. Untuk tahun ini, Divisi Ekonomi Ansor Magelang menyediakan varian kambing atau domba dengan harga mulai dari Rp2.500.000 hingga Rp4.500.000. Adapun untuk varian sapi, kami sediakan dengan harga mulai dari Rp23.000.000,&#8221; jelas Kepala Divisi Ekonomi Ansor Magelang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia juga menambahkan bahwa dengan memotong jalur distribusi dan bermitra langsung dengan peternak lokal, Ansor mampu memberikan harga yang sangat kompetitif.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk menyukseskan program ini, PC GP Ansor Kabupaten Magelang telah menginstruksikan seluruh jajaran pengurus dan kader di tingkat kecamatan hingga desa untuk masif melakukan sosialisasi. Memanfaatkan jejaring siber dan komunikasi WhatsApp, para kader bergerak satu komando untuk menjangkau masyarakat luas, pengurus takmir masjid, hingga instansi swasta yang berniat menyalurkan qurbannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi masyarakat Kabupaten Magelang dan sekitarnya yang ingin memesan atau berkonsultasi mengenai ketersediaan hewan qurban, Divisi Ekonomi GP Ansor Magelang telah membuka layanan informasi dan pemesanan terpusat melalui Hotline resmi Whatsapp di nomor 085124666875 (Hartono) dan 083889242895 (Kofin).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan adanya program ini, GP Ansor Kabupaten Magelang berharap dapat memberikan kemudahan, keamanan, dan keberkahan bagi umat Islam yang hendak menunaikan ibadah qurban di tahun ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Pengirim : Thoyyib Rizqi<br>Editor : Redaksi SuaraNU</strong></p>
<p>The post <a href="https://suaranu.id/dobrak-pasar-musiman-divisi-ekonomi-gp-ansor-kabupaten-magelang-sediakan-hewan-qurban-mulai-rp25-juta/">Dobrak Pasar Musiman, Divisi Ekonomi GP Ansor Kabupaten Magelang Sediakan Hewan Qurban Mulai Rp2,5 Juta</a> appeared first on <a href="https://suaranu.id">Suara NU</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tata Cara Shalat Idul Adha: Panduan Lengkap &#038; Penuh Makna</title>
		<link>https://suaranu.id/tata-cara-shalat-idul-adha-panduan-lengkap-penuh-makna/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin Suara Nu]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Jun 2025 09:15:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[idul adha]]></category>
		<category><![CDATA[panduan]]></category>
		<category><![CDATA[sholat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suaranu.id/?p=2022</guid>

					<description><![CDATA[<p>Idul Adha adalah momen istimewa bagi umat Islam, tak hanya sebagai hari raya kurban, tetapi...</p>
<p>The post <a href="https://suaranu.id/tata-cara-shalat-idul-adha-panduan-lengkap-penuh-makna/">Tata Cara Shalat Idul Adha: Panduan Lengkap &amp; Penuh Makna</a> appeared first on <a href="https://suaranu.id">Suara NU</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div id="suara-1569607437" class="suara-before-content suara-entity-placement"><script async src="//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-1934660840892242" crossorigin="anonymous"></script><ins class="adsbygoogle" style="display:block;" data-ad-client="ca-pub-1934660840892242" 
data-ad-slot="8121709195" 
data-ad-format="auto"></ins>
<script> 
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({}); 
</script>
</div>
<p class="wp-block-paragraph">Idul Adha adalah momen istimewa bagi umat Islam, tak hanya sebagai hari raya kurban, tetapi juga sebagai waktu untuk memperkuat ikatan spiritual. Salah satu ibadah utama di hari ini adalah shalat Idul Adha. Meski mirip dengan shalat biasa, ada beberapa perbedaan penting yang perlu diketahui. Simak panduan lengkapnya berikut ini!</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Hukum &amp; Waktu Shalat Idul Adha</strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Shalat Idul Adha hukumnya <strong>sunnah muakkadah</strong> (sangat dianjurkan) bagi laki-laki maupun perempuan. Berbeda dengan shalat wajib, shalat Id:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Tidak diawali adzan atau iqamah</strong></li>



<li><strong>Waktunya setelah matahari terbit hingga sebelum masuk waktu Dzuhur</strong></li>



<li><strong>Disunnahkan lebih awal</strong> (khusus Idul Adha) untuk memberi waktu lebih bagi jamaah yang hendak berkurban</li>
</ul>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Tata Cara Shalat Idul Adha (2 Rakaat)</strong></h3>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>1. Niat Shalat Idul Adha</strong></h4>



<p class="wp-block-paragraph">Lafalkan niat sesuai posisi:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Imam</strong>:<br><em>أُصَلِّي سُنَّةً لِعِيْدِ الْأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا لِلهِ تَعَالَى</em><br><em>(Usholli sunnatan li ‘idil adha rok’ataini imaaman lillahi ta’ala)</em><br>Artinya: <em>&#8220;Aku berniat shalat sunnah Idul Adha dua rakaat sebagai imam karena Allah ta’ala.&#8221;</em></li>



<li><strong>Makmum</strong>: Ganti kata <em>&#8220;imāman&#8221;</em> dengan <em>&#8220;makmūman&#8221;</em>.</li>
</ul>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>2. Rakaat Pertama</strong></h4>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Takbiratul Ihram</strong> (seperti shalat biasa)</li>



<li><strong>Takbir tambahan 7 kali</strong> sebelum membaca Al-Fatihah</li>



<li><strong>Di antara takbir</strong>, baca:<br><em>اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا</em><br><em>(Allahu akbar kabira, walhamdulillahi katsira, wa subhanallahi bukratan wa asila)</em><br><strong>Atau</strong> bisa diganti dengan:<br><em>سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ</em><br><em>(Subhanallah, walhamdulillah, wa la ilaha illallah, wallahu akbar)</em></li>



<li><strong>Baca Al-Fatihah &amp; Surat Al-A’la</strong> (surah pendek lainnya juga boleh)</li>



<li>Lanjutkan ruku’, sujud, dan gerakan shalat seperti biasa</li>
</ul>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>3. Rakaat Kedua</strong></h4>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Takbir tambahan 5 kali</strong> sebelum Al-Fatihah</li>



<li><strong>Baca Al-Fatihah &amp; Surat Al-Ghasyiyah</strong> (atau surah lainnya)</li>



<li>Lanjutkan gerakan shalat hingga salam</li>
</ul>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>4. Khutbah Idul Adha</strong></h4>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah salam, <strong>jamaah disunnahkan mendengarkan khutbah</strong> hingga selesai.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Anjuran Tambahan di Hari Idul Adha</strong></h3>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Memperbanyak takbir</strong> sejak Subuh <strong>hari Arafah (9 Dzulhijjah)</strong> hingga <strong>akhir hari Tasyrik (13 Dzulhijjah)</strong>.</li>



<li><strong>Takbiran setelah shalat fardhu</strong> selama hari Tasyrik.</li>



<li><strong>Menjaga keutuhan ibadah</strong> dengan tidak terburu-buru pulang setelah shalat.</li>
</ul>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Apa yang Membatalkan Shalat Id?</strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Sama seperti shalat biasa, hal-hal seperti:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Makan/minum sengaja</li>



<li>Berbicara tanpa keperluan</li>



<li>Tertawa terbahak-bahak</li>
</ul>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Mengapa Shalat Idul Adha Istimewa?</strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Selain sebagai bentuk syukur, shalat Idul Adha mengajarkan:<br>✅ <strong>Kebersamaan</strong> (berjamaah)<br>✅ <strong>Kesabaran</strong> (menunggu waktu pelaksanaan)<br>✅ <strong>Ketaatan</strong> (mengikuti sunnah Nabi)</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan memahami tata caranya, ibadah Idul Adha pun menjadi lebih khusyuk dan bermakna. <strong>Selamat merayakan Idul Adha 1446 H penuh berkah!</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagikan artikel ini agar lebih banyak orang paham tata cara shalat Idul Adha! 🕌✨</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sumber : https://nu.or.id/syariah/tata-cara-shalat-idul-adha-P2YTw (dengan penyesuaian)</p>
<p>The post <a href="https://suaranu.id/tata-cara-shalat-idul-adha-panduan-lengkap-penuh-makna/">Tata Cara Shalat Idul Adha: Panduan Lengkap &amp; Penuh Makna</a> appeared first on <a href="https://suaranu.id">Suara NU</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jadwal Imsakiyah Kabupaten Magelang selama Ramadhan 2025H/1446M Resmi PCNU Kabupaten Magelang</title>
		<link>https://suaranu.id/jadwal-imsakiyah-kabupaten-magelang-selama-ramadhan-2025h-1446m-resmi-pcnu-kabupaten-magelang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin Suara Nu]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Feb 2025 01:33:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<guid isPermaLink="false"></guid>

					<description><![CDATA[<p>Berikut adalah Jadwal Imsakiyah Kabupaten Magelang selama Ramadhan 2025H/1446M terbitan resmi PCNU Kabupaten Magelang hasil...</p>
<p>The post <a href="https://suaranu.id/jadwal-imsakiyah-kabupaten-magelang-selama-ramadhan-2025h-1446m-resmi-pcnu-kabupaten-magelang/">Jadwal Imsakiyah Kabupaten Magelang selama Ramadhan 2025H/1446M Resmi PCNU Kabupaten Magelang</a> appeared first on <a href="https://suaranu.id">Suara NU</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div id="suara-2009006770" class="suara-before-content suara-entity-placement"><script async src="//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-1934660840892242" crossorigin="anonymous"></script><ins class="adsbygoogle" style="display:block;" data-ad-client="ca-pub-1934660840892242" 
data-ad-slot="8121709195" 
data-ad-format="auto"></ins>
<script> 
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({}); 
</script>
</div><p>Berikut adalah Jadwal Imsakiyah Kabupaten Magelang selama Ramadhan 2025H/1446M terbitan resmi PCNU Kabupaten Magelang hasil perhitungan dari Lembaga Falakiyah (LFNU) Kabupaten Magelang.</p>
<p>Untuk mengunduh versi HD silakan <a href="https://drive.google.com/file/d/1XKjQbHZFO5nrHny_eTzMlpm57PBQJmP2/view?usp=sharing" target="_blank" rel="noopener">klik link ini</a>.</p>
<p>Terimakasih</p>
<p>The post <a href="https://suaranu.id/jadwal-imsakiyah-kabupaten-magelang-selama-ramadhan-2025h-1446m-resmi-pcnu-kabupaten-magelang/">Jadwal Imsakiyah Kabupaten Magelang selama Ramadhan 2025H/1446M Resmi PCNU Kabupaten Magelang</a> appeared first on <a href="https://suaranu.id">Suara NU</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Masalah Zakat Fitrah: Dari Kadar Hingga Cakupan Sabilillah</title>
		<link>https://suaranu.id/masalah-zakat-fitrah-dari-kadar-hingga-cakupan-sabilillah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin Suara Nu]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Apr 2023 11:56:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ibadah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suaranu.id/2023/04/11/masalah-zakat-fitrah-dari-kadar-hingga-cakupan-sabilillah/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penjelasan zakat fitrah di bawah ini adalah hasil dari forum Bahtsul Masail Syuriyah yang diselenggarakan...</p>
<p>The post <a href="https://suaranu.id/masalah-zakat-fitrah-dari-kadar-hingga-cakupan-sabilillah/">Masalah Zakat Fitrah: Dari Kadar Hingga Cakupan Sabilillah</a> appeared first on <a href="https://suaranu.id">Suara NU</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div id="suara-1441300503" class="suara-before-content suara-entity-placement"><script async src="//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-1934660840892242" crossorigin="anonymous"></script><ins class="adsbygoogle" style="display:block;" data-ad-client="ca-pub-1934660840892242" 
data-ad-slot="8121709195" 
data-ad-format="auto"></ins>
<script> 
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({}); 
</script>
</div><p style="background-color: white; box-sizing: border-box; color: #222222; font-family: Verdana, BlinkMacSystemFont, -apple-system, 'segoe ui', Roboto, Oxygen, Ubuntu, Cantarell, 'open sans', 'helvetica neue', sans-serif; font-size: 15px; margin-bottom: 26px; margin-top: 0px; overflow-wrap: break-word; text-align: justify;">Penjelasan zakat fitrah di bawah ini adalah hasil dari forum Bahtsul Masail Syuriyah yang diselenggarakan oleh MWC NU Salaman, kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Forum ini diselenggarakan di Ponpes Az-Zarqony Kalongan Sidomulyo Salaman Magelang, 13 Ramadan 1444 H./03 April 2023 M.</p>
<div style="clear: both; text-align: center;">
<h2 style="background-color: white; box-sizing: border-box; color: #111111; font-family: roboto, sans-serif; font-size: 27px; line-height: 38px; margin: 30px 0px 20px; text-align: start;">Pendahuluan</h2>
<p style="background-color: white; box-sizing: border-box; color: #222222; font-family: Verdana, BlinkMacSystemFont, -apple-system, 'segoe ui', Roboto, Oxygen, Ubuntu, Cantarell, 'open sans', 'helvetica neue', sans-serif; font-size: 15px; margin-bottom: 26px; margin-top: 0px; overflow-wrap: break-word; text-align: justify;">Pembahasan kadar zakat, ashnaf zakat (fakir, miskin, sabilillah, amil), dan ketentuan barang/benda yang digunakan untuk zakat fitrah sudah dikaji dalam kitab-kitab fikih dan berulang kali dibahas dalam kajian-kajian fikih zakat, baik dalam internal maupun eksternal khususnya dalam forum bahtsul masail NU.</p>
<p style="background-color: white; box-sizing: border-box; color: #222222; font-family: Verdana, BlinkMacSystemFont, -apple-system, 'segoe ui', Roboto, Oxygen, Ubuntu, Cantarell, 'open sans', 'helvetica neue', sans-serif; font-size: 15px; margin-bottom: 26px; margin-top: 0px; overflow-wrap: break-word; text-align: justify;"><span style="text-align: start;">Namun demikian, di kalangan NU sendiri masih terdapat beragam pemahaman terhadap berbagai keputusan bahtsul masail tersebut seiring perkembangan perundang-undangan zakat, sehingga sering muncul pertanyaan: “</span><em style="box-sizing: border-box; text-align: start;">Berapakah kadar zakat fitrah?; Bagaimana dan atau siapa yang termasuk kriteria sabilillah?; Bagaimana penentuan kriteria fakir-miskin? Apa perbedaan Amil</em><em style="box-sizing: border-box; text-align: start;"> Syar’i</em><span style="text-align: start;"> </span><span style="text-align: start;">dan Amil yang Belum</span><span style="text-align: start;"> </span><em style="box-sizing: border-box; text-align: start;">Syari’</em><span style="text-align: start;">?,</span><span style="text-align: start;"> </span><em style="box-sizing: border-box; text-align: start;">Bagaimana</em><span style="text-align: start;"> </span><em style="box-sizing: border-box; text-align: start;">ketentuan</em><span style="text-align: start;"> </span><em style="box-sizing: border-box; text-align: start;">mencampur zakat yang dilakukan oleh penerima zakat (</em><em style="box-sizing: border-box; text-align: start;">Syar’i</em><span style="text-align: start;"> </span><span style="text-align: start;">dan Amil yang Belum</span><span style="text-align: start;"> </span><em style="box-sizing: border-box; text-align: start;">Syari’)?”</em><span style="text-align: start;">.</span></p>
<p style="background-color: white; box-sizing: border-box; color: #222222; font-family: Verdana, BlinkMacSystemFont, -apple-system, 'segoe ui', Roboto, Oxygen, Ubuntu, Cantarell, 'open sans', 'helvetica neue', sans-serif; font-size: 15px; margin-bottom: 26px; margin-top: 0px; overflow-wrap: break-word; text-align: justify;"><span style="text-align: start;">Terkait dengan beberapa permasalahan tersebut, diperlukan rumusan yang lebih praktis dan aplikatif yang dapat dijadikan rujukan bagi warga Nahdliyyin khususnya dan masyarakat Islam umumnya dalam menunaikan zakat demi keabsahannya secara</span><span style="text-align: start;"> </span><em style="box-sizing: border-box; text-align: start;">syar’i.</em><span style="text-align: start;"> </span></p>
<h2 style="background-color: white; box-sizing: border-box; color: #111111; font-family: roboto, sans-serif; font-size: 27px; font-weight: 400; line-height: 38px; margin: 30px 0px 20px; text-align: start;">Kadar Zakat Fitrah</h2>
<p style="background-color: white; box-sizing: border-box; color: #222222; font-family: Verdana, BlinkMacSystemFont, -apple-system, 'segoe ui', Roboto, Oxygen, Ubuntu, Cantarell, 'open sans', 'helvetica neue', sans-serif; font-size: 15px; margin-bottom: 26px; margin-top: 0px; overflow-wrap: break-word; text-align: justify;">Bagi setiap orang kadar zakat fitrah yang harus dikeluarkan adalah satu <em style="box-sizing: border-box;">sha’</em> makanan pokok yang biasa dikonsumsi di daerahnya, seperti beras, jangung dan semisalnya. Hal ini berdasarkan hadits Nabi Muhammad saw. Di antaranya adalah hadits shahih riwayat Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim sebagai berikut:</p>
<p style="background-color: white; box-sizing: border-box; color: #222222; font-family: Verdana, BlinkMacSystemFont, -apple-system, 'segoe ui', Roboto, Oxygen, Ubuntu, Cantarell, 'open sans', 'helvetica neue', sans-serif; font-size: 15px; margin-bottom: 26px; margin-top: 0px; overflow-wrap: break-word; text-align: right;">أَنَّ رَسُولَ اللهِ صلّى اللهُ عليهِ وسَلّمَ فَرَضَ زَكَاةَ الْفِطْرِ مِنْ رَمَضَانَ عَلَى النَّاسِ صَاعًا مِنْ تَمْرٍ أَوْ صَاعًا مِنْ شَعِيرٍ عَلَى كُلِّ حُرٍّ أَوْ عَبْدٍ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى مِنْ الْمُسْلِمِينَ (مُتَّفَقٌ عَلَيْه)</p>
<p style="background-color: white; box-sizing: border-box; color: #222222; font-family: Verdana, BlinkMacSystemFont, -apple-system, 'segoe ui', Roboto, Oxygen, Ubuntu, Cantarell, 'open sans', 'helvetica neue', sans-serif; font-size: 15px; margin-bottom: 26px; margin-top: 0px; overflow-wrap: break-word; text-align: start;"><em style="box-sizing: border-box;">“Sungguh Rasulullah saw mewajibkan zakat fitrah dari bulan Ramadhan pada manusia sejumlah satu sha’ kurma atau satu sha’ gandum bagi setiap orang merdeka atau budak, laki-laki atau perempuan muslim.” </em>(Muttafaq ‘alaih)<em style="box-sizing: border-box;">.</em></p>
<p style="background-color: white; box-sizing: border-box; color: #222222; font-family: Verdana, BlinkMacSystemFont, -apple-system, 'segoe ui', Roboto, Oxygen, Ubuntu, Cantarell, 'open sans', 'helvetica neue', sans-serif; font-size: 15px; margin-bottom: 26px; margin-top: 0px; overflow-wrap: break-word; text-align: right;">كُنَّا نُخْرِجُ زَكَاةَ الْفِطْرِ إِذْ كَانَ فِينَا رَسُولُ اللهِ صلّى اللهُ عليهِ وسَلّمَ صَاعًا مِنْ طَعَامٍ أَوْ صَاعًا مِنْ تَمْرٍ أَوْ صَاعًا مِنْ شَعِيرٍ أَوْ صَاعًا مِنْ زَبِيبٍ أَوْ صَاعًا مِنْ أَقِطٍ فَلَا أَزَالُ أُخْرِجُهُ كَمَا كُنْتُ أُخْرِجُهُ مَا عِشْتُ (مُتَّفَقٌ عَلَيْه)</p>
<p style="background-color: white; box-sizing: border-box; color: #222222; font-family: Verdana, BlinkMacSystemFont, -apple-system, 'segoe ui', Roboto, Oxygen, Ubuntu, Cantarell, 'open sans', 'helvetica neue', sans-serif; font-size: 15px; margin-bottom: 26px; margin-top: 0px; overflow-wrap: break-word; text-align: start;"><em style="box-sizing: border-box;">“Kami (para sahabat) mengeluarkan zakat fitrah pada masa Rasulullah saw bersama kami sejumlah satu sha’ makanan, satu sha’ kurma, satu sha’ gandum, satu sha’ kurma basah, atau satu sha’ susu padat. Lalu aku selalu mengeluarkannya seperti halnya aku mengeluarkannya sepanjang hidupku.” </em>(Muttafaq ‘alaih)</p>
<p style="background-color: white; box-sizing: border-box; color: #222222; font-family: Verdana, BlinkMacSystemFont, -apple-system, 'segoe ui', Roboto, Oxygen, Ubuntu, Cantarell, 'open sans', 'helvetica neue', sans-serif; font-size: 15px; margin-bottom: 26px; margin-top: 0px; overflow-wrap: break-word; text-align: justify;">Merujuk keputusan P4SK (Persatuan Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Kaaffah) Anak Cabang Salaman Kabupaten  Magelang bila satu <em style="box-sizing: border-box;">sha’</em> ditakar dengan kotak kayu, maka dengan ukuran bagian dalam sebagaimana berikut:</p>
<ol style="background-color: white; box-sizing: border-box; color: #222222; font-family: Verdana, BlinkMacSystemFont, -apple-system, 'segoe ui', Roboto, Oxygen, Ubuntu, Cantarell, 'open sans', 'helvetica neue', sans-serif; font-size: 15px; margin-bottom: 26px; padding: 0px; text-align: start;" type="1">
<li style="box-sizing: border-box; line-height: inherit; margin-bottom: 10px; margin-left: 21px;">panjang 15 cm;</li>
<li style="box-sizing: border-box; line-height: inherit; margin-bottom: 10px; margin-left: 21px;">lebar 15 cm; dan</li>
<li style="box-sizing: border-box; line-height: inherit; margin-bottom: 0px; margin-left: 21px;">tinggi 14,7 cm.</li>
</ol>
<p style="background-color: white; box-sizing: border-box; color: #222222; font-family: Verdana, BlinkMacSystemFont, -apple-system, 'segoe ui', Roboto, Oxygen, Ubuntu, Cantarell, 'open sans', 'helvetica neue', sans-serif; font-size: 15px; margin-bottom: 26px; margin-top: 0px; overflow-wrap: break-word; text-align: justify;">Seiring populernya satuan kilogram di tengah masyarakat kemudian ulama mengonversi satu <em style="box-sizing: border-box;">sha’ </em>dengan hasil yang berbeda-beda. Di antara hasil konversi itu adalah sebagai berikut:</p>
<ol style="background-color: white; box-sizing: border-box; color: #222222; font-family: Verdana, BlinkMacSystemFont, -apple-system, 'segoe ui', Roboto, Oxygen, Ubuntu, Cantarell, 'open sans', 'helvetica neue', sans-serif; font-size: 15px; margin-bottom: 26px; padding: 0px; text-align: start;" type="1">
<li style="box-sizing: border-box; line-height: inherit; margin-bottom: 10px; margin-left: 21px;">Menurut konversi masyhur seperti keterangan Syekh Wahbah Az-Zuhaili dalam kitab <em style="box-sizing: border-box;">Al-Fiqhul Islami wa Adillatuh</em> adalah 2,751 kg.<a style="background-color: transparent; box-sizing: border-box; color: #6dd47e; text-decoration-line: none;" href="https://aswajamuda.com/masalah-zakat-fitrah-dari-kadar-hingga-cakupan-sabilillah/?utm_source=whatsapp&amp;utm_medium=social&amp;utm_campaign=messagingAppCampaign#_ftn1">[1]</a></li>
<li style="box-sizing: border-box; line-height: inherit; margin-bottom: 10px; margin-left: 21px;">Menurut Kiai Muhammad Ali Maksum Jombang dalam kitab <em style="box-sizing: border-box;">Fathul Qadir</em> adalah 2,720 kg.<a style="background-color: transparent; box-sizing: border-box; color: #6dd47e; text-decoration-line: none;" href="https://aswajamuda.com/masalah-zakat-fitrah-dari-kadar-hingga-cakupan-sabilillah/?utm_source=whatsapp&amp;utm_medium=social&amp;utm_campaign=messagingAppCampaign#_ftn2">[2]</a></li>
<li style="box-sizing: border-box; line-height: inherit; margin-bottom: 10px; margin-left: 21px;">Menurut keterangan dalam kitab <em style="box-sizing: border-box;">Mukhtashar Tasyyidul Bunyan</em> karya  Syekh Muhammad bin Umar As-Saqaf adalah 2,5 kg.<a style="background-color: transparent; box-sizing: border-box; color: #6dd47e; text-decoration-line: none;" href="https://aswajamuda.com/masalah-zakat-fitrah-dari-kadar-hingga-cakupan-sabilillah/?utm_source=whatsapp&amp;utm_medium=social&amp;utm_campaign=messagingAppCampaign#_ftn3">[3]</a></li>
<li style="box-sizing: border-box; line-height: inherit; margin-bottom: 0px; margin-left: 21px;">Menurut Hasil Bahtsul Masail Lembaga Bahtsul Masail PBNU 18 Mei 2020 tentang Pembayaran Zakat Fitrah dengan beras adalah 2,7 kg atau 2,5 kg.</li>
</ol>
<h2 style="background-color: white; box-sizing: border-box; color: #111111; font-family: roboto, sans-serif; font-size: 27px; font-weight: 400; line-height: 38px; margin: 30px 0px 20px; text-align: start;"><span style="box-sizing: border-box; font-weight: bold;">Cakupan Sabilillah dalam Zakat Fitrah</span></h2>
<p style="background-color: white; box-sizing: border-box; color: #222222; font-family: Verdana, BlinkMacSystemFont, -apple-system, 'segoe ui', Roboto, Oxygen, Ubuntu, Cantarell, 'open sans', 'helvetica neue', sans-serif; font-size: 15px; margin-bottom: 26px; margin-top: 0px; overflow-wrap: break-word; text-align: justify;">Sebagai salah satu mustahiq zakat, <em style="box-sizing: border-box;">sabilillah</em> dipersoalkan apakah juga mencakup segala sektor  sosial (<em style="box-sizing: border-box;">jami’ul wujuhil khair</em>) atau tidak?. Mayoritas ulama menyatakan tidak, karena memahami <em style="box-sizing: border-box;">sabilillah </em>hanya mencakup sukarelawan perang. Namun demikian, sebagian ulama lain seperti yang dikutip oleh Imam Abu Bakar Muhammad bin Ali Al-Qaffal Al-Kabir As-Syasyi (291-365 H/904-976 M) mengatakan <em style="box-sizing: border-box;">sabilillah</em> mencakup seluruh sektor sosial.</p>
<p style="background-color: white; box-sizing: border-box; color: #222222; font-family: Verdana, BlinkMacSystemFont, -apple-system, 'segoe ui', Roboto, Oxygen, Ubuntu, Cantarell, 'open sans', 'helvetica neue', sans-serif; font-size: 15px; margin-bottom: 26px; margin-top: 0px; overflow-wrap: break-word; text-align: justify;"><span style="text-align: start;">Di antara ulama yang mendukung pendapat terakhir ini kalangan ulama Syafi</span><em style="box-sizing: border-box; text-align: start;">’</em><span style="text-align: start;">iyah ada Al-Hasan bin Muhammad An-Naisaburi (wafat 406 H/1016 M) kitab</span><span style="text-align: start;"> </span><em style="box-sizing: border-box; text-align: start;">Tafsir an-Naisaburi</em><span style="text-align: start;"> </span><span style="text-align: start;">atau Ghara`ib al-Qur`an)</span><a style="background-color: transparent; box-sizing: border-box; color: #6dd47e; text-align: start; text-decoration-line: none;" href="https://aswajamuda.com/masalah-zakat-fitrah-dari-kadar-hingga-cakupan-sabilillah/?utm_source=whatsapp&amp;utm_medium=social&amp;utm_campaign=messagingAppCampaign#_ftn4"><span style="box-sizing: border-box; font-size: 11.25px; line-height: 0; position: relative; top: -0.5em; vertical-align: baseline;">[4]</span></a><span style="text-align: start;"> </span><span style="text-align: start;">dan Imam Abu Abdillah Muhammad bin Umar Al-Fakhr ar-Razi (544-606 H/1150-1210 M) dalam kitab</span><span style="text-align: start;"> </span><em style="box-sizing: border-box; text-align: start;">Mafatihul Ghaib</em><span style="text-align: start;">.</span><a style="background-color: transparent; box-sizing: border-box; color: #6dd47e; text-align: start; text-decoration-line: none;" href="https://aswajamuda.com/masalah-zakat-fitrah-dari-kadar-hingga-cakupan-sabilillah/?utm_source=whatsapp&amp;utm_medium=social&amp;utm_campaign=messagingAppCampaign#_ftn5">[5]</a></p>
<p style="background-color: white; box-sizing: border-box; color: #222222; font-family: Verdana, BlinkMacSystemFont, -apple-system, 'segoe ui', Roboto, Oxygen, Ubuntu, Cantarell, 'open sans', 'helvetica neue', sans-serif; font-size: 15px; margin-bottom: 26px; margin-top: 0px; overflow-wrap: break-word; text-align: justify;"><span style="text-align: start;">Pendapat yang menyatakan sabilillah mencakup seluruh sektor sosial juga diakomodir dalam Keputusan Munas Alim Ulama NU di Yogyakarta pada 30 Agustus 1981 untuk membolehkan pemberian zakat pada masjid, madrasah, panti-panti asuhan, yayasan sosial/keagamaan, dan semisalnya.</span><a style="background-color: transparent; box-sizing: border-box; color: #6dd47e; text-align: start; text-decoration-line: none;" href="https://aswajamuda.com/masalah-zakat-fitrah-dari-kadar-hingga-cakupan-sabilillah/?utm_source=whatsapp&amp;utm_medium=social&amp;utm_campaign=messagingAppCampaign#_ftn6">[6]</a></p>
<p style="background-color: white; box-sizing: border-box; color: #222222; font-family: Verdana, BlinkMacSystemFont, -apple-system, 'segoe ui', Roboto, Oxygen, Ubuntu, Cantarell, 'open sans', 'helvetica neue', sans-serif; font-size: 15px; margin-bottom: 26px; margin-top: 0px; overflow-wrap: break-word; text-align: justify;"><span style="text-align: start;">Dari ragam pendapat tentang cakupan makna sabilillah tersebut MWCNU Kecamatan Salaman memilih pendapat yang menyatakan sabilillah mencakup seluruh sektor sosial. Pendapat ini dapat dijadikan landasan untuk memberikan zakat fitrah kepada para guru ngaji; imam, muazin dan petugas kebersihan masjid/mushola; serta orang-orang yang memperjuangkan agama Islam secara sukarela.</span></p>
<p style="background-color: white; box-sizing: border-box; color: #222222; font-family: Verdana, BlinkMacSystemFont, -apple-system, 'segoe ui', Roboto, Oxygen, Ubuntu, Cantarell, 'open sans', 'helvetica neue', sans-serif; font-size: 15px; margin-bottom: 26px; margin-top: 0px; overflow-wrap: break-word; text-align: start;"><span style="color: #111111; font-family: roboto, sans-serif; font-size: 27px; font-weight: bold;">Kriteria Fakir Miskin</span></p>
<p style="background-color: white; box-sizing: border-box; color: #222222; font-family: Verdana, BlinkMacSystemFont, -apple-system, 'segoe ui', Roboto, Oxygen, Ubuntu, Cantarell, 'open sans', 'helvetica neue', sans-serif; font-size: 15px; margin-bottom: 26px; margin-top: 0px; overflow-wrap: break-word; text-align: justify;">Fakir adalah orang yang tidak mempunyai harta dan atau pekerjaan yang layak baginya yang mencukupi kebutuhan hidup diri dan orang-orang yang wajib dinafkahinya sesuai kelayakan hidupnya; atau mempunyai harta dan atau pekerjaan yang layak baginya namun tetap tidak mencukupi kebutuhan hidup diri dan orang yang wajib dinafkahinya sesuai kelayakan hidupnya selama sisa umur <em style="box-sizing: border-box;">ghalib</em> (umur manusia secara umum, yaitu 62 tahun).<a style="background-color: transparent; box-sizing: border-box; color: #6dd47e; text-decoration-line: none;" href="https://aswajamuda.com/masalah-zakat-fitrah-dari-kadar-hingga-cakupan-sabilillah/?utm_source=whatsapp&amp;utm_medium=social&amp;utm_campaign=messagingAppCampaign#_ftn7"><span style="box-sizing: border-box; font-size: 11.25px; line-height: 0; position: relative; top: -0.5em; vertical-align: baseline;">[7]</span></a> Yakni orang yang mempunyai harta dan atau pekerjaan yang menghasilkan harta kurang dari separo dari kebutuhan hidup diri dan orang-orang yang wajib dinafkahinya. Maksud kebutuhan hidup adalah kebutuhan sandang, pangan, papan dan kebutuhan lain yang sesuai dengan kelayakannya.</p>
<p style="background-color: white; box-sizing: border-box; color: #222222; font-family: Verdana, BlinkMacSystemFont, -apple-system, 'segoe ui', Roboto, Oxygen, Ubuntu, Cantarell, 'open sans', 'helvetica neue', sans-serif; font-size: 15px; margin-bottom: 26px; margin-top: 0px; overflow-wrap: break-word; text-align: justify;"><span style="text-align: start;">Sedangkan</span><span style="text-align: start;"> </span><span style="box-sizing: border-box; font-weight: bold; text-align: start;">miskin</span><span style="text-align: start;"> </span><span style="text-align: start;">adalah orang yang mempunyai harta dan atau pekerjaan yang layak baginya dan hampir mencukupi kebutuhan hidup diri dan orang yang wajib dinafkahinya sesuai kelayakan hidupnya selama sisa umur</span><span style="text-align: start;"> </span><em style="box-sizing: border-box; text-align: start;">ghalib </em><span style="text-align: start;">(umur manusia secara umum, yaitu 62 tahun). Yakni orang yang mempunyai harta dan atau pekerjaan yang menghasilkan harta separo atau lebih dari kebutuhan hidup diri dan orang yang wajib dinafkahinya.</span></p>
<p style="background-color: white; box-sizing: border-box; color: #222222; font-family: Verdana, BlinkMacSystemFont, -apple-system, 'segoe ui', Roboto, Oxygen, Ubuntu, Cantarell, 'open sans', 'helvetica neue', sans-serif; font-size: 15px; margin-bottom: 26px; margin-top: 0px; overflow-wrap: break-word; text-align: justify;"><span style="text-align: start;">Bila sebenarnya seseorang dalam kondisi fakir dan miskin, namun kebutuhan hidupnya telah dicukupi oleh suami atau kerabat (ayah, anak, saudara dan semisalnya) maka ia tidak termasuk fakir dan miskin, sehingga tidak berhak menerima zakat. Seperti halnya orang yang bekerja setiap hari dan menghasilkan harta untuk kebutuhan hidupnya.</span><a style="background-color: transparent; box-sizing: border-box; color: #6dd47e; text-align: start; text-decoration-line: none;" href="https://aswajamuda.com/masalah-zakat-fitrah-dari-kadar-hingga-cakupan-sabilillah/?utm_source=whatsapp&amp;utm_medium=social&amp;utm_campaign=messagingAppCampaign#_ftn8"><span style="box-sizing: border-box; font-size: 11.25px; line-height: 0; position: relative; top: -0.5em; vertical-align: baseline;">[8]</span></a></p>
<p style="background-color: white; box-sizing: border-box; color: #222222; font-family: Verdana, BlinkMacSystemFont, -apple-system, 'segoe ui', Roboto, Oxygen, Ubuntu, Cantarell, 'open sans', 'helvetica neue', sans-serif; font-size: 15px; margin-bottom: 26px; margin-top: 0px; overflow-wrap: break-word; text-align: justify;"><span style="text-align: start;">Adapun cara pengelola zakat—baik amil atau panitia—menentukan status fakir miskin seseorang secara praktis adalah menggunakan standar sebagai berikut:</span></p>
<ol style="background-color: white; box-sizing: border-box; color: #222222; font-family: Verdana, BlinkMacSystemFont, -apple-system, 'segoe ui', Roboto, Oxygen, Ubuntu, Cantarell, 'open sans', 'helvetica neue', sans-serif; font-size: 15px; margin-bottom: 26px; padding: 0px; text-align: start;" type="1">
<li style="box-sizing: border-box; line-height: inherit; margin-bottom: 10px; margin-left: 21px;">Dugaan kuat.</li>
<li style="box-sizing: border-box; line-height: inherit; margin-bottom: 10px; margin-left: 21px;">Pengakuan.</li>
<li style="box-sizing: border-box; line-height: inherit; margin-bottom: 10px; margin-left: 21px;"><em style="box-sizing: border-box;">Bayyinah</em> atau informasi dua saksi.</li>
<li style="box-sizing: border-box; line-height: inherit; margin-bottom: 0px; margin-left: 21px;"><em style="box-sizing: border-box;">Isfifadhah</em> atau kemashuran, minimal dari 3 orang.<a style="background-color: transparent; box-sizing: border-box; color: #6dd47e; text-decoration-line: none;" href="https://aswajamuda.com/masalah-zakat-fitrah-dari-kadar-hingga-cakupan-sabilillah/?utm_source=whatsapp&amp;utm_medium=social&amp;utm_campaign=messagingAppCampaign#_ftn9"><span style="box-sizing: border-box; font-size: 11.25px; line-height: 0; position: relative; top: -0.5em; vertical-align: baseline;">[9]</span></a></li>
</ol>
<h2 style="background-color: white; box-sizing: border-box; color: #111111; font-family: roboto, sans-serif; font-size: 27px; font-weight: 400; line-height: 38px; margin: 30px 0px 20px; text-align: start;"><span style="box-sizing: border-box; font-weight: bold;">Perbedaan Amil Zakat dan Panitia Zakat</span></h2>
<p style="background-color: white; box-sizing: border-box; color: #222222; font-family: Verdana, BlinkMacSystemFont, -apple-system, 'segoe ui', Roboto, Oxygen, Ubuntu, Cantarell, 'open sans', 'helvetica neue', sans-serif; font-size: 15px; margin-bottom: 26px; margin-top: 0px; overflow-wrap: break-word; text-align: justify;">Amil zakat dalam konteks <em style="box-sizing: border-box;">syar’i</em> adalah orang yang ditunjuk <em style="box-sizing: border-box;">Imam</em> (penguasa tertinggi negara) sebagai penarik, pengumpul dan pendistribusi zakat kepada delapan (8) golongan yang berhak menerimanya. Amil merupakan kepanjangan tangan dari <em style="box-sizing: border-box;">Imam</em>. Al-Qadhi Abdul Haq bin Ghalib Al-Andalusi Al-Maliki (481-543 H/1088-1147 M) dalam tafsirnya, <em style="box-sizing: border-box;">Al-Muharrar Al-Wajiz, </em>menjelaskan:</p>
<p style="background-color: white; box-sizing: border-box; color: #222222; font-family: Verdana, BlinkMacSystemFont, -apple-system, 'segoe ui', Roboto, Oxygen, Ubuntu, Cantarell, 'open sans', 'helvetica neue', sans-serif; font-size: 15px; margin-bottom: 26px; margin-top: 0px; overflow-wrap: break-word; text-align: right;">وَأَمِّا الْعَامِلُ فَهُوَ الرَّجُلُ الَّذِي يَسْتَنِيبُهُ الْإِمَامُ فِي السَّعْيِ فِي جَمْعِ الصَّدَقَاتِ وَكُلُّ مَنْ يَصْرِفُ مِنْ عَوْنٍ لَا يُسْتَغْنَى عَنْهُ فَهُوَ مِنَ (الْعَامِلِيْنَ).</p>
<p style="background-color: white; box-sizing: border-box; color: #222222; font-family: Verdana, BlinkMacSystemFont, -apple-system, 'segoe ui', Roboto, Oxygen, Ubuntu, Cantarell, 'open sans', 'helvetica neue', sans-serif; font-size: 15px; margin-bottom: 26px; margin-top: 0px; overflow-wrap: break-word; text-align: start;"><em style="box-sizing: border-box;">“Adapun amil adalah </em><em style="box-sizing: border-box;">orang</em><em style="box-sizing: border-box;"> yang mengganti Imam dalam </em><em style="box-sizing: border-box;">menarik</em><em style="box-sizing: border-box;"> </em><em style="box-sizing: border-box;">zakat,</em><em style="box-sizing: border-box;"> </em><em style="box-sizing: border-box;">dan </em><em style="box-sizing: border-box;">setiap orang yang </em><em style="box-sizing: border-box;">berkerja membantu amil yang pasti dibutuhkannya, maka ia termasik </em><em style="box-sizing: border-box;">golongan amil.”</em><em style="box-sizing: border-box;"><span style="box-sizing: border-box; font-size: 11.25px; line-height: 0; position: relative; top: -0.5em; vertical-align: baseline;"> </span></em><a style="background-color: transparent; box-sizing: border-box; color: #6dd47e; text-decoration-line: none;" href="https://aswajamuda.com/masalah-zakat-fitrah-dari-kadar-hingga-cakupan-sabilillah/?utm_source=whatsapp&amp;utm_medium=social&amp;utm_campaign=messagingAppCampaign#_ftn10"><em style="box-sizing: border-box;"><span style="box-sizing: border-box; font-size: 11.25px; line-height: 0; position: relative; top: -0.5em; vertical-align: baseline;"><span style="box-sizing: border-box; font-weight: bold;"><span style="box-sizing: border-box; font-size: 8.4375px; line-height: 0; position: relative; top: -0.5em; vertical-align: baseline;">[10]</span></span></span></em></a></p>
<p style="background-color: white; box-sizing: border-box; color: #222222; font-family: Verdana, BlinkMacSystemFont, -apple-system, 'segoe ui', Roboto, Oxygen, Ubuntu, Cantarell, 'open sans', 'helvetica neue', sans-serif; font-size: 15px; margin-bottom: 26px; margin-top: 0px; overflow-wrap: break-word; text-align: start;">Definisi senada juga disampaikan Ibnu Qasim Al-Ghazi (859-918 H/ 1455-1512 M), dalam karya legendarisnya, <em style="box-sizing: border-box;">Fathul Qarib</em>:</p>
<p style="background-color: white; box-sizing: border-box; color: #222222; font-family: Verdana, BlinkMacSystemFont, -apple-system, 'segoe ui', Roboto, Oxygen, Ubuntu, Cantarell, 'open sans', 'helvetica neue', sans-serif; font-size: 15px; margin-bottom: 26px; margin-top: 0px; overflow-wrap: break-word; text-align: right;">وَالْعَامِلُ مَنِ اسْتَعْمَلَهُ الْإِمَامُ عَلَى أَخْذِ الصَّدَقَاتِ وَدَفْعِهَا لِمُسْتَحِقِّيْهَا.</p>
<p style="background-color: white; box-sizing: border-box; color: #222222; font-family: Verdana, BlinkMacSystemFont, -apple-system, 'segoe ui', Roboto, Oxygen, Ubuntu, Cantarell, 'open sans', 'helvetica neue', sans-serif; font-size: 15px; margin-bottom: 26px; margin-top: 0px; overflow-wrap: break-word; text-align: start;"><em style="box-sizing: border-box;">“Amil adalah orang yang ditugasi Imam untuk memungut </em><em style="box-sizing: border-box;">zakat</em><em style="box-sizing: border-box;"> dan menyerahkan </em><em style="box-sizing: border-box;">ke</em><em style="box-sizing: border-box;">pada mustahiqnya.”<a style="background-color: transparent; box-sizing: border-box; color: #6dd47e; text-decoration-line: none;" href="https://aswajamuda.com/masalah-zakat-fitrah-dari-kadar-hingga-cakupan-sabilillah/?utm_source=whatsapp&amp;utm_medium=social&amp;utm_campaign=messagingAppCampaign#_ftn11"><span style="box-sizing: border-box; font-size: 11.25px; line-height: 0; position: relative; top: -0.5em; vertical-align: baseline;"><span style="box-sizing: border-box; font-weight: bold;"><span style="box-sizing: border-box; font-size: 8.4375px; line-height: 0; position: relative; top: -0.5em; vertical-align: baseline;">[11]</span></span></span></a></em></p>
<p style="background-color: white; box-sizing: border-box; color: #222222; font-family: Verdana, BlinkMacSystemFont, -apple-system, 'segoe ui', Roboto, Oxygen, Ubuntu, Cantarell, 'open sans', 'helvetica neue', sans-serif; font-size: 15px; margin-bottom: 26px; margin-top: 0px; overflow-wrap: break-word; text-align: start;">Dalam konteks Indonesia, amil resmi yang sesuai UU Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat dan PP Nomor 14 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan UU Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat adalah:</p>
<ol style="background-color: white; box-sizing: border-box; color: #222222; font-family: Verdana, BlinkMacSystemFont, -apple-system, 'segoe ui', Roboto, Oxygen, Ubuntu, Cantarell, 'open sans', 'helvetica neue', sans-serif; font-size: 15px; margin-bottom: 26px; padding: 0px; text-align: start;" type="1">
<li style="box-sizing: border-box; line-height: inherit; margin-bottom: 10px; margin-left: 21px;">Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS).</li>
<li style="box-sizing: border-box; line-height: inherit; margin-bottom: 10px; margin-left: 21px;">Lembaga Amil Zakat (LAZ).</li>
<li style="box-sizing: border-box; line-height: inherit; margin-bottom: 0px; margin-left: 21px;">Amil Perseorangan dan Kumpulan Peseorangan untuk wilayah yang tidak terjangkau BAZNAS atau LAZ.</li>
</ol>
<p style="background-color: white; box-sizing: border-box; color: #222222; font-family: Verdana, BlinkMacSystemFont, -apple-system, 'segoe ui', Roboto, Oxygen, Ubuntu, Cantarell, 'open sans', 'helvetica neue', sans-serif; font-size: 15px; margin-bottom: 26px; margin-top: 0px; overflow-wrap: break-word; text-align: justify;">Lembaga-lembaga inilah yang masuk kategori amil dengan segala ketentuannya. Dengan demikian, pengelola zakat atau panitia zakat bentukan sekelompok masyarakat seperti di masjid dan mushola, tidak dapat disebut sebagai amil selama tidak menginduk kepada BAZNAS atau LAZ sesuai ketentuanya. Namun hanya suatu kepanitiaan yang membantu pelaksanaan zakat masyarakat yang mempunyai hukum berbeda dengan amil, sebagaimana dalam tabel berikut:<a style="background-color: transparent; box-sizing: border-box; color: #6dd47e; text-decoration-line: none;" href="https://aswajamuda.com/masalah-zakat-fitrah-dari-kadar-hingga-cakupan-sabilillah/?utm_source=whatsapp&amp;utm_medium=social&amp;utm_campaign=messagingAppCampaign#_ftn12">[12]</a></p>
<figure style="background-color: white; box-sizing: border-box; color: #222222; font-family: Verdana, BlinkMacSystemFont, -apple-system, 'segoe ui', Roboto, Oxygen, Ubuntu, Cantarell, 'open sans', 'helvetica neue', sans-serif; font-size: 15px; margin: 0px 0px 1em; overflow-x: auto; text-align: start;">
<table style="border-collapse: collapse; border-spacing: 0px; margin-bottom: 21px; width: 696px;">
<tbody style="box-sizing: border-box;">
<tr style="box-sizing: border-box;">
<td style="border: 1px solid #ededed; box-sizing: border-box; padding: 2px 8px;"><span style="box-sizing: border-box; font-weight: bold;">Perbedaan</span></td>
<td style="border: 1px solid #ededed; box-sizing: border-box; padding: 2px 8px;"><span style="box-sizing: border-box; font-weight: bold;">BAZNAS dan LAZ</span></td>
<td style="border: 1px solid #ededed; box-sizing: border-box; padding: 2px 8px;"><span style="box-sizing: border-box; font-weight: bold;">Panitia Zakat</span></td>
</tr>
<tr style="box-sizing: border-box;">
<td style="border: 1px solid #ededed; box-sizing: border-box; padding: 2px 8px;">Status</td>
<td style="border: 1px solid #ededed; box-sizing: border-box; padding: 2px 8px;">Wakil mustahiq, sehingga bila terjadi penyelewengan dalam pengelolaan zakat, kewajiban zakat muzakki telah gugur.</td>
<td style="border: 1px solid #ededed; box-sizing: border-box; padding: 2px 8px;">Wakil dari muzakki, sehingga bila terjadi penyelewengan dalam pengelolaan zakat, kewajiban zakat muzakki belum gugur.</td>
</tr>
<tr style="box-sizing: border-box;">
<td style="border: 1px solid #ededed; box-sizing: border-box; padding: 2px 8px;">Keabsahan Zakat</td>
<td style="border: 1px solid #ededed; box-sizing: border-box; padding: 2px 8px;">Zakat sah dengan diserahkan kepada BAZNAS atau LAZ</td>
<td style="border: 1px solid #ededed; box-sizing: border-box; padding: 2px 8px;">Zakat belum sah sehingga benar-benar sampai kepada mustahiq</td>
</tr>
<tr style="box-sizing: border-box;">
<td style="border: 1px solid #ededed; box-sizing: border-box; padding: 2px 8px;">Hak</td>
<td style="border: 1px solid #ededed; box-sizing: border-box; padding: 2px 8px;">Berhak mengambil sebagian zakat sebagai biaya operasional bila dibutuhkan.Berhak mendapatkan bagian zakat atas nama amil.</td>
<td style="border: 1px solid #ededed; box-sizing: border-box; padding: 2px 8px;">Tidak berhak mengambil sebagian zakat sebagai biaya operasional.Tidak berhak mendapatkan bagian zakat atas nama amil.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</figure>
<h2 style="background-color: white; box-sizing: border-box; color: #111111; font-family: roboto, sans-serif; font-size: 27px; font-weight: 400; line-height: 38px; margin: 30px 0px 20px; text-align: start;"><span style="box-sizing: border-box; font-weight: bold;">Mencampur Beras Zakat</span></h2>
<p style="background-color: white; box-sizing: border-box; color: #222222; font-family: Verdana, BlinkMacSystemFont, -apple-system, 'segoe ui', Roboto, Oxygen, Ubuntu, Cantarell, 'open sans', 'helvetica neue', sans-serif; font-size: 15px; margin-bottom: 26px; margin-top: 0px; overflow-wrap: break-word; text-align: justify;">Masing-masing amil resmi maupun panitia zakat berkewajiban menyampaikan seluruh zakat kepada para mustahiq. Namun demikian bila zakat diserahkan kepada amil resmi maka zakat yang dilaksanakan sudah sah; sedangkan bila zakat disahkan kepada panitia zakat, maka zakat tidak akan sah sehingga benar-benar sampai kepada para mustahiq. Imam An-Nawawi menyatakan:</p>
<p style="background-color: white; box-sizing: border-box; color: #222222; font-family: Verdana, BlinkMacSystemFont, -apple-system, 'segoe ui', Roboto, Oxygen, Ubuntu, Cantarell, 'open sans', 'helvetica neue', sans-serif; font-size: 15px; margin-bottom: 26px; margin-top: 0px; overflow-wrap: break-word; text-align: right;">وعلى تقدير خيانة الوكيل لا يسقط الفرض عن المالك لان يده كيده فما لم يصل المال الي المستحقين لا تبرأ ذمة المالك بخلاف دفعها إلى الامام فانه بمجرد قبضه تسقط الزكاة عن المالك</p>
<p style="background-color: white; box-sizing: border-box; color: #222222; font-family: Verdana, BlinkMacSystemFont, -apple-system, 'segoe ui', Roboto, Oxygen, Ubuntu, Cantarell, 'open sans', 'helvetica neue', sans-serif; font-size: 15px; margin-bottom: 26px; margin-top: 0px; overflow-wrap: break-word; text-align: start;"><em style="box-sizing: border-box;">“Dan andaikan wakil muzakki (seperti panitia zakat) berkhianat, maka kewajiban membayar zakat belum gugur dari pemilik harta (muzakki), karena penguasaan wakil muzakki terhadap harta zakat sama dengan penguasaan muzakki. Karenanya selama zakat belum sampai kepada para mustahiq maka tanggungan zakat muzakki belum gugur. Berbeda bila zakat diserahkan kepada Imam (amil resmi), maka hanya diserahterimakan kepadanya kewajiban zakat telah gugur dari muzakki.”</em><a style="background-color: transparent; box-sizing: border-box; color: #6dd47e; text-decoration-line: none;" href="https://aswajamuda.com/masalah-zakat-fitrah-dari-kadar-hingga-cakupan-sabilillah/?utm_source=whatsapp&amp;utm_medium=social&amp;utm_campaign=messagingAppCampaign#_ftn13"><em style="box-sizing: border-box;"><span style="box-sizing: border-box; font-weight: bold;">[13]</span></em></a></p>
<p style="background-color: white; box-sizing: border-box; color: #222222; font-family: Verdana, BlinkMacSystemFont, -apple-system, 'segoe ui', Roboto, Oxygen, Ubuntu, Cantarell, 'open sans', 'helvetica neue', sans-serif; font-size: 15px; margin-bottom: 26px; margin-top: 0px; overflow-wrap: break-word; text-align: justify;">Dari pertimbangan hukum fiqih di atas, maka panitia zakat hendaknya tidak mencampur beras zakat sekira berkemungkinan sebagian zakat yang diserahkan oleh muzakki akan kembali kepadanya, sehingga kewajiban zakatnya belum gugur.</p>
<h2 style="background-color: white; box-sizing: border-box; color: #111111; font-family: roboto, sans-serif; font-size: 27px; font-weight: 400; line-height: 38px; margin: 30px 0px 20px; text-align: start;"><span style="box-sizing: border-box; font-weight: bold;">Rekomendasi</span></h2>
<p style="background-color: white; box-sizing: border-box; color: #222222; font-family: Verdana, BlinkMacSystemFont, -apple-system, 'segoe ui', Roboto, Oxygen, Ubuntu, Cantarell, 'open sans', 'helvetica neue', sans-serif; font-size: 15px; margin-bottom: 26px; margin-top: 0px; overflow-wrap: break-word; text-align: justify;">Berdasarkan kajian dari data fiqih tentang perihal zakat fitrah sebagaimana tersebut di atas, maka MWCNU Kecamatan Salaman memutuskan hal-hal yang berkaitan dengan permasalahan dimaksud sebagai berikut:</p>
<h3 style="background-color: white; box-sizing: border-box; color: #111111; font-family: roboto, sans-serif; font-size: 22px; font-weight: 400; line-height: 30px; margin: 27px 0px 17px; text-align: start;">Kadar Zakat Fitrah</h3>
<ol style="background-color: white; box-sizing: border-box; color: #222222; font-family: Verdana, BlinkMacSystemFont, -apple-system, 'segoe ui', Roboto, Oxygen, Ubuntu, Cantarell, 'open sans', 'helvetica neue', sans-serif; font-size: 15px; margin-bottom: 26px; padding: 0px; text-align: start;" type="1">
<li style="box-sizing: border-box; line-height: inherit; margin-bottom: 10px; margin-left: 21px;">Mendorong pelaksanaan Zakat Fitrah agar menggunakan takaran <em style="box-sizing: border-box;">sha’ </em>kotak kayu dengan ukuran bagian dalam sebagai berikut: panjang 15 cm, lebar 15 cm, dan tinggi 14,7 cm.</li>
<li style="box-sizing: border-box; line-height: inherit; margin-bottom: 0px; margin-left: 21px;">Bila Zakat Fitrah dilaksanakan dengan ukuran kilogram, maka dengan beras sejumlah 2,7 kg.</li>
</ol>
<h3 style="background-color: white; box-sizing: border-box; color: #111111; font-family: roboto, sans-serif; font-size: 22px; font-weight: 400; line-height: 30px; margin: 27px 0px 17px; text-align: start;">Sabilillah</h3>
<p style="background-color: white; box-sizing: border-box; color: #222222; font-family: Verdana, BlinkMacSystemFont, -apple-system, 'segoe ui', Roboto, Oxygen, Ubuntu, Cantarell, 'open sans', 'helvetica neue', sans-serif; font-size: 15px; margin-bottom: 26px; margin-top: 0px; overflow-wrap: break-word; text-align: start;">Menghimbau kepada pengelola Zakat Fitrah di dusun-dusun agar membagikan sebagian Zakat Fitrah kepada para guru ngaji, imam, muadzin dan petugas kebersihan; serta orang-orang yang memperjuangkan agama Islam secara sukarela.</p>
<h3 style="background-color: white; box-sizing: border-box; color: #111111; font-family: roboto, sans-serif; font-size: 22px; font-weight: 400; line-height: 30px; margin: 27px 0px 17px; text-align: start;">Kriteria Fakir dan Miskin</h3>
<ul style="background-color: white; box-sizing: border-box; color: #222222; font-family: Verdana, BlinkMacSystemFont, -apple-system, 'segoe ui', Roboto, Oxygen, Ubuntu, Cantarell, 'open sans', 'helvetica neue', sans-serif; font-size: 15px; margin-bottom: 26px; padding: 0px; text-align: start;">
<li style="box-sizing: border-box; line-height: inherit; margin-bottom: 10px; margin-left: 21px;">Fakir adalah orang yang tidak punya harta dan pekerjaan sama sekali, atau punya harta dan atau pekerjaan tapi tidak mencukupi 50 % kebutuhannya dan orang-orang yang wajib dinafkahinya sesuai kelayakannya sampai umur 62 tahun hitungan hijriyah.</li>
<li style="box-sizing: border-box; line-height: inherit; margin-bottom: 10px; margin-left: 21px;">Miskin adalah orang yang tidak punya harta dan pekerjaan sama sekali, atau punya harta dan atau pekerjaan tapi tidak mencukupi 100 % kebutuhannya dan orang-orang yang wajib dinafkahinya sesuai kelayakannya sampai umur 62 tahun hitungan hijriyah.</li>
<li style="box-sizing: border-box; line-height: inherit; margin-bottom: 10px; margin-left: 21px;">Status fakir dan miskin seseorang gugur bila ia dinafkahi oleh suami atau kerabat (ayah, anak, saudara dan semisalnya).</li>
<li style="box-sizing: border-box; line-height: inherit; margin-bottom: 10px; margin-left: 21px;">Status fakir dan miskin seseorang juga gugur bila ia bekerja setiap hari dan hasilnya dapat mencukupi kebutuhan diri dan orang yang wajib dinafkahinya sesuai kelayakannya.</li>
<li style="box-sizing: border-box; line-height: inherit; margin-bottom: 0px; margin-left: 21px;">Untuk menentukan status fakir miskin seseorang, pengelola zakat menggunakan empat (4) standar sebagai berikut: (a) dugaan kuat bahwa ia masuk kategori fakir miskin; (b) pengakuan orang yang bersangkutan; (c) dua orang saksi; atau (d) informasi umum dari minimal tiga orang yang menyatakan orang tersebut adalah fakir miskin.</li>
</ul>
<h3 style="background-color: white; box-sizing: border-box; color: #111111; font-family: roboto, sans-serif; font-size: 22px; font-weight: 400; line-height: 30px; margin: 27px 0px 17px; text-align: start;">Status Amil</h3>
<ul style="background-color: white; box-sizing: border-box; color: #222222; font-family: Verdana, BlinkMacSystemFont, -apple-system, 'segoe ui', Roboto, Oxygen, Ubuntu, Cantarell, 'open sans', 'helvetica neue', sans-serif; font-size: 15px; margin-bottom: 26px; padding: 0px; text-align: start;">
<li style="box-sizing: border-box; line-height: inherit; margin-bottom: 10px; margin-left: 21px;">Menghimbau kepada para pengelola zakat di lingkungan warga NU Kecamatan Salaman untuk menginduk pada BAZNAS atau LAZ di Kabupaten Magelang agar menjadi amil resmi.</li>
<li style="box-sizing: border-box; line-height: inherit; margin-bottom: 10px; margin-left: 21px;">Untuk panitia zakat yang belum menjadi amil resmi agar benar-benar menyampaikan  seluruh zakat kepada para mustahiq sehingga zakatnya sah.</li>
<li style="box-sizing: border-box; line-height: inherit; margin-bottom: 0px; margin-left: 21px;">Untuk panitia zakat yang belum menjadi amil resmi agar tidak mengambil biaya operasional dan hak amil dari zakat yang dikumpulkan.</li>
</ul>
<h3 style="background-color: white; box-sizing: border-box; color: #111111; font-family: roboto, sans-serif; font-size: 22px; font-weight: 400; line-height: 30px; margin: 27px 0px 17px; text-align: start;">Mencampur Beras Zakat Fitrah</h3>
<p style="background-color: white; box-sizing: border-box; color: #222222; font-family: Verdana, BlinkMacSystemFont, -apple-system, 'segoe ui', Roboto, Oxygen, Ubuntu, Cantarell, 'open sans', 'helvetica neue', sans-serif; font-size: 15px; margin-bottom: 26px; margin-top: 0px; overflow-wrap: break-word; text-align: start;">Menghimbau kepada Warga NU se-Kecamatan Salaman yang panitia zakat yang belum menjadi amil resmi agar:</p>
<ul style="background-color: white; box-sizing: border-box; color: #222222; font-family: Verdana, BlinkMacSystemFont, -apple-system, 'segoe ui', Roboto, Oxygen, Ubuntu, Cantarell, 'open sans', 'helvetica neue', sans-serif; font-size: 15px; margin-bottom: 26px; padding: 0px; text-align: start;">
<li style="box-sizing: border-box; line-height: inherit; margin-bottom: 10px; margin-left: 21px;">tidak menyampur beras zakat sehingga berkemungkinan kembali kepada muzakki yang menyerahkannya, sehingga zakatnya belum sah karena belum dipastikan sampai kepada para mustahiq.</li>
<li style="box-sizing: border-box; line-height: inherit; margin-bottom: 0px; margin-left: 21px;">Menjamin sampainya seluruh zakat yang terkumpul kepada para mustahiq, sehingga zakat yang dilakukan benar-benar terjamin keabsahannya.</li>
</ul>
<p style="background-color: white; box-sizing: border-box; color: #222222; font-family: Verdana, BlinkMacSystemFont, -apple-system, 'segoe ui', Roboto, Oxygen, Ubuntu, Cantarell, 'open sans', 'helvetica neue', sans-serif; font-size: 15px; margin-bottom: 26px; margin-top: 0px; overflow-wrap: break-word; text-align: start;">File Hasil Keputusan Bahtsul Masail MWC NU Salaman selengkapnya bisa<a style="background-color: transparent; box-sizing: border-box; color: #6dd47e; text-decoration-line: none;" href="https://drive.google.com/file/d/1vv9VdVnrFg-ANk2jWejQdAvrAqndwmiv/view?usp=share_link" target="_blank" rel="noreferrer noopener"> didownload di sini.</a></p>
<hr class="wp-block-separator" style="background-color: white; border-bottom: 2px solid #8f98a1; border-image: initial; border-left: none; border-right: none; border-top: none; box-sizing: content-box; color: #222222; font-family: Verdana, BlinkMacSystemFont, -apple-system, 'segoe ui', Roboto, Oxygen, Ubuntu, Cantarell, 'open sans', 'helvetica neue', sans-serif; font-size: 15px; height: 0px; margin: 1.65em auto; max-width: 100px; text-align: start;" />
<p style="background-color: white; box-sizing: border-box; color: #222222; font-family: Verdana, BlinkMacSystemFont, -apple-system, 'segoe ui', Roboto, Oxygen, Ubuntu, Cantarell, 'open sans', 'helvetica neue', sans-serif; font-size: 15px; margin-bottom: 26px; margin-top: 0px; overflow-wrap: break-word; text-align: start;"><a style="background-color: transparent; box-sizing: border-box; color: #6dd47e; text-decoration-line: none;" href="https://aswajamuda.com/masalah-zakat-fitrah-dari-kadar-hingga-cakupan-sabilillah/?utm_source=whatsapp&amp;utm_medium=social&amp;utm_campaign=messagingAppCampaign#_ftnref1">[1]</a> Wahbah Az-Zuhaili, <em style="box-sizing: border-box;">Al-Fiqhul Islami wa Adillatuh, </em>(Damaskus: Darul Fikr), juz I, halaman 119:</p>
<p style="background-color: white; box-sizing: border-box; color: #222222; font-family: Verdana, BlinkMacSystemFont, -apple-system, 'segoe ui', Roboto, Oxygen, Ubuntu, Cantarell, 'open sans', 'helvetica neue', sans-serif; font-size: 15px; margin-bottom: 26px; margin-top: 0px; overflow-wrap: break-word; text-align: right;">وحدات المكاييل: الصاع الشرعي أو البغدادي: (4) أمدادأو(5 و3/1) رطل، أي أربع حَفَنات كبار،ووزنه: (7،685) درهماً أو (75،2) لتراً أو (2176)غم وهو رأي الشافعي وفقهاء الحجاز والصاحبين باعتبارأن المد: رطل وثلث بالعراقي، وعند أبي حنيفة وفقهاء العراق: ثمانية أرطال باعتبار أن المد رطلان، فيكون (3800غم).وفي تقدير آخر هو الشائع أن الصاع (2751غم).</p>
<p style="background-color: white; box-sizing: border-box; color: #222222; font-family: Verdana, BlinkMacSystemFont, -apple-system, 'segoe ui', Roboto, Oxygen, Ubuntu, Cantarell, 'open sans', 'helvetica neue', sans-serif; font-size: 15px; margin-bottom: 26px; margin-top: 0px; overflow-wrap: break-word; text-align: start;"><a style="background-color: transparent; box-sizing: border-box; color: #6dd47e; text-decoration-line: none;" href="https://aswajamuda.com/masalah-zakat-fitrah-dari-kadar-hingga-cakupan-sabilillah/?utm_source=whatsapp&amp;utm_medium=social&amp;utm_campaign=messagingAppCampaign#_ftnref2">[2]</a> A Muntaha AM, <em style="box-sizing: border-box;">Fikih Zakat Madzhab Empat dan Ijtihad</em> <em style="box-sizing: border-box;">Modern, </em>(Kediri: Gerbang Lama: 2011), halaman 55-56:</p>
<p style="background-color: white; box-sizing: border-box; color: #222222; font-family: Verdana, BlinkMacSystemFont, -apple-system, 'segoe ui', Roboto, Oxygen, Ubuntu, Cantarell, 'open sans', 'helvetica neue', sans-serif; font-size: 15px; margin-bottom: 26px; margin-top: 0px; overflow-wrap: break-word; text-align: start;"><a style="background-color: transparent; box-sizing: border-box; color: #6dd47e; text-decoration-line: none;" href="https://aswajamuda.com/masalah-zakat-fitrah-dari-kadar-hingga-cakupan-sabilillah/?utm_source=whatsapp&amp;utm_medium=social&amp;utm_campaign=messagingAppCampaign#_ftnref3">[3]</a> Muhammad bin Umar bin Thaha As-Shafi As-Saqaf, <em style="box-sizing: border-box;">Mukhtashar Tasyyidul Bunyan, </em>(Jeddah: 1987), halaman 205:</p>
<p style="background-color: white; box-sizing: border-box; color: #222222; font-family: Verdana, BlinkMacSystemFont, -apple-system, 'segoe ui', Roboto, Oxygen, Ubuntu, Cantarell, 'open sans', 'helvetica neue', sans-serif; font-size: 15px; margin-bottom: 26px; margin-top: 0px; overflow-wrap: break-word; text-align: right;">(ب) والصناع أربعة أمداد .. والمد ثمانية عشر أوقية من رطل ونصف في جهتنا ) في حضرموت الداخل سابقا أما اليوم فالرطل موحد وهو سنة عشر أوقية  في كامل المنطقة [ اثنان كيلو ونصف تقريبا] .</p>
<p style="background-color: white; box-sizing: border-box; color: #222222; font-family: Verdana, BlinkMacSystemFont, -apple-system, 'segoe ui', Roboto, Oxygen, Ubuntu, Cantarell, 'open sans', 'helvetica neue', sans-serif; font-size: 15px; margin-bottom: 26px; margin-top: 0px; overflow-wrap: break-word; text-align: start;"><a style="background-color: transparent; box-sizing: border-box; color: #6dd47e; text-decoration-line: none;" href="https://aswajamuda.com/masalah-zakat-fitrah-dari-kadar-hingga-cakupan-sabilillah/?utm_source=whatsapp&amp;utm_medium=social&amp;utm_campaign=messagingAppCampaign#_ftnref4">[4]</a> Al-Hasan bin Muhammad an-Naisaburi, <em style="box-sizing: border-box;">Tafsir an-Naisaburi, </em>juz IV, halaman 169:</p>
<p style="background-color: white; box-sizing: border-box; color: #222222; font-family: Verdana, BlinkMacSystemFont, -apple-system, 'segoe ui', Roboto, Oxygen, Ubuntu, Cantarell, 'open sans', 'helvetica neue', sans-serif; font-size: 15px; margin-bottom: 26px; margin-top: 0px; overflow-wrap: break-word; text-align: right;">وظاهر لفظ الآية لا يوجب القصر على الغزاة فلهذا نقل القفال عن بعض الفقهاء أنهم أجازوا صرف الصدقة إلى جميع وجوه الخير من تكفين الموتى وبناء الحصون وعمارة المساجد لأن كلها في سبيل الله.</p>
<p style="background-color: white; box-sizing: border-box; color: #222222; font-family: Verdana, BlinkMacSystemFont, -apple-system, 'segoe ui', Roboto, Oxygen, Ubuntu, Cantarell, 'open sans', 'helvetica neue', sans-serif; font-size: 15px; margin-bottom: 26px; margin-top: 0px; overflow-wrap: break-word; text-align: start;"><a style="background-color: transparent; box-sizing: border-box; color: #6dd47e; text-decoration-line: none;" href="https://aswajamuda.com/masalah-zakat-fitrah-dari-kadar-hingga-cakupan-sabilillah/?utm_source=whatsapp&amp;utm_medium=social&amp;utm_campaign=messagingAppCampaign#_ftnref5">[5]</a> Muhammad bin Umar Al-Fahr Ar-Razi, <em style="box-sizing: border-box;">Mafatihul Ghaib</em>, (Beirut: Dar Ihya-it Turats Al-‘Arabi), juz XVI, halaman 90:</p>
<p style="background-color: white; box-sizing: border-box; color: #222222; font-family: Verdana, BlinkMacSystemFont, -apple-system, 'segoe ui', Roboto, Oxygen, Ubuntu, Cantarell, 'open sans', 'helvetica neue', sans-serif; font-size: 15px; margin-bottom: 26px; margin-top: 0px; overflow-wrap: break-word; text-align: right;">واعلم أن ظاهر اللفظ في قوله وَفِى سَبِيلِ اللَّهِ لا يوجب القصر على كل الغزاة فلهذا المعنى نقل القفال في ( تفسيره ) عن بعض الفقهاء أنهم أجازوا صرف الصدقات إلى جميع وجوه الخير من تكفين الموتى وبناء الحصون وعمارة المساجد لأن قوله وَفِى سَبِيلِ اللَّهِ عام في الكل</p>
<p style="background-color: white; box-sizing: border-box; color: #222222; font-family: Verdana, BlinkMacSystemFont, -apple-system, 'segoe ui', Roboto, Oxygen, Ubuntu, Cantarell, 'open sans', 'helvetica neue', sans-serif; font-size: 15px; margin-bottom: 26px; margin-top: 0px; overflow-wrap: break-word; text-align: start;"><a style="background-color: transparent; box-sizing: border-box; color: #6dd47e; text-decoration-line: none;" href="https://aswajamuda.com/masalah-zakat-fitrah-dari-kadar-hingga-cakupan-sabilillah/?utm_source=whatsapp&amp;utm_medium=social&amp;utm_campaign=messagingAppCampaign#_ftnref6">[6]</a> Tim LTN PBNU, <em style="box-sizing: border-box;">Ahkamul Fuqaha, </em>(Surabaya, Khalista: 2015), halaman 378-380:</p>
<p style="background-color: white; box-sizing: border-box; color: #222222; font-family: Verdana, BlinkMacSystemFont, -apple-system, 'segoe ui', Roboto, Oxygen, Ubuntu, Cantarell, 'open sans', 'helvetica neue', sans-serif; font-size: 15px; margin-bottom: 26px; margin-top: 0px; overflow-wrap: break-word; text-align: start;"><span style="box-sizing: border-box; font-weight: bold;">336. Memberikan Zakat kepada Mesjid, Pondok, Madrasah</span></p>
<p style="background-color: white; box-sizing: border-box; color: #222222; font-family: Verdana, BlinkMacSystemFont, -apple-system, 'segoe ui', Roboto, Oxygen, Ubuntu, Cantarell, 'open sans', 'helvetica neue', sans-serif; font-size: 15px; margin-bottom: 26px; margin-top: 0px; overflow-wrap: break-word; text-align: start;"><em style="box-sizing: border-box;">S. Bagaimana hukumnya apa yang berlaku di masyarakat umum dengan memberikan zakatnya kepada mesjid, madrasah, panti-panti asuhan, yayasan sosial/keagamaan dan lain-lain pembagian tertentu?</em></p>
<p style="background-color: white; box-sizing: border-box; color: #222222; font-family: Verdana, BlinkMacSystemFont, -apple-system, 'segoe ui', Roboto, Oxygen, Ubuntu, Cantarell, 'open sans', 'helvetica neue', sans-serif; font-size: 15px; margin-bottom: 26px; margin-top: 0px; overflow-wrap: break-word; text-align: start;">J. Memberikan zakat kepada mesjid, madrasah, pondok pesantren dan sesamanya hukumnya ada dua pendapat:</p>
<p style="background-color: white; box-sizing: border-box; color: #222222; font-family: Verdana, BlinkMacSystemFont, -apple-system, 'segoe ui', Roboto, Oxygen, Ubuntu, Cantarell, 'open sans', 'helvetica neue', sans-serif; font-size: 15px; margin-bottom: 26px; margin-top: 0px; overflow-wrap: break-word; text-align: start;">1.   Tidak boleh, berdasarkan keputusan Muktamar NU ke-1, masalah nomor 5.</p>
<p style="background-color: white; box-sizing: border-box; color: #222222; font-family: Verdana, BlinkMacSystemFont, -apple-system, 'segoe ui', Roboto, Oxygen, Ubuntu, Cantarell, 'open sans', 'helvetica neue', sans-serif; font-size: 15px; margin-bottom: 26px; margin-top: 0px; overflow-wrap: break-word; text-align: start;">2.     Boleh berdasarkan kitab <em style="box-sizing: border-box;">Tafsir al-Munir</em> I/344. Demikian pula para ahli fiqh menyatakan boleh menyalurkan zakat kepada segala macam sektor sosial yang positif, seperti membangun mesjid, madrasah, mengurus orang mati dan lain sebagainya. Pendapat ini dikuatkan juga oleh fatwa Syaikh Ali al-Maliki dalam kitab<em style="box-sizing: border-box;"> Qurrah al-‘Ain</em>, 73, yang menyatakan: “Praktek-praktek zaman sekarang banyak yang berbeda dengan pendapat mayoritas ulama, sebagaimana Imam Ahmad dan Ishaq yang memperbolehkan penyaluran zakat pada sektor di jalan Allah, seperti pembangunan mesjid, madrasah dan lain-lainnya.</p>
<p style="background-color: white; box-sizing: border-box; color: #222222; font-family: Verdana, BlinkMacSystemFont, -apple-system, 'segoe ui', Roboto, Oxygen, Ubuntu, Cantarell, 'open sans', 'helvetica neue', sans-serif; font-size: 15px; margin-bottom: 26px; margin-top: 0px; overflow-wrap: break-word; text-align: start;"><a style="background-color: transparent; box-sizing: border-box; color: #6dd47e; text-decoration-line: none;" href="https://aswajamuda.com/masalah-zakat-fitrah-dari-kadar-hingga-cakupan-sabilillah/?utm_source=whatsapp&amp;utm_medium=social&amp;utm_campaign=messagingAppCampaign#_ftnref7">[7]</a> Sulaiman bin Muhammad Al-Bujairami, <em style="box-sizing: border-box;">Tuhfah al-Habib </em>‘<em style="box-sizing: border-box;">ala Syarhil Khatib</em>, (Beirut: Darul Kutub Al-‘Ilmiyah, tt.), Juz III, 80-81:</p>
<p style="background-color: white; box-sizing: border-box; color: #222222; font-family: Verdana, BlinkMacSystemFont, -apple-system, 'segoe ui', Roboto, Oxygen, Ubuntu, Cantarell, 'open sans', 'helvetica neue', sans-serif; font-size: 15px; margin-bottom: 26px; margin-top: 0px; overflow-wrap: break-word; text-align: right;">الفقير وهو من لا مال له ولا كسب لائق به يقع جميعهما أو مجموعهما موقعا من كفايته مطعما وملبسا ومسكنا وغيرها مما لا بد له منه على ما يليق بحاله وحال ممونه كمن يحتاج إلى عشرة ولا يملك أو لا يكتسب إلا درهمين أو ثلاثة أو أربعة وسواء أكان ما يملكه نصابا أم أقل أم أكثر … المسكين وهو من له مال أو كسب لائق به يقع موقعا من كفايته ولا يكفيه كمن يملك أو يكتسب سبعة أو ثمانية ولا يكفيه إلا عشرة والمراد أنه لا يكفيه العمر الغالب. ويمنع فقر الشخص ومسكنته كفايته بنفقة قريب أو زوج أو سيد لأنه غير محتاج كمكتسب كل يوم قدر كفايته</p>
<p style="background-color: white; box-sizing: border-box; color: #222222; font-family: Verdana, BlinkMacSystemFont, -apple-system, 'segoe ui', Roboto, Oxygen, Ubuntu, Cantarell, 'open sans', 'helvetica neue', sans-serif; font-size: 15px; margin-bottom: 26px; margin-top: 0px; overflow-wrap: break-word; text-align: right;">قوله : ( من كفايته ) أي لبقية عمره الغالب وهو اثنان وستون سنة من ولادته اه ق ل … قوله : ( لا يكفيه العمر الغالب ) أي بقيته وهو اثنتان وستون سنة ق ل</p>
<p style="background-color: white; box-sizing: border-box; color: #222222; font-family: Verdana, BlinkMacSystemFont, -apple-system, 'segoe ui', Roboto, Oxygen, Ubuntu, Cantarell, 'open sans', 'helvetica neue', sans-serif; font-size: 15px; margin-bottom: 26px; margin-top: 0px; overflow-wrap: break-word; text-align: start;">Al-Bakri bin Muhammad Syaththa al-Dimyati, <em style="box-sizing: border-box;">I</em>’<em style="box-sizing: border-box;">anatut Thalibin, </em>(Beirut: Darul Fikr, tt.), Juz II, h. 187:</p>
<p style="background-color: white; box-sizing: border-box; color: #222222; font-family: Verdana, BlinkMacSystemFont, -apple-system, 'segoe ui', Roboto, Oxygen, Ubuntu, Cantarell, 'open sans', 'helvetica neue', sans-serif; font-size: 15px; margin-bottom: 26px; margin-top: 0px; overflow-wrap: break-word; text-align: right;">والفقير من ليس له مال ولا كسب لائق يقع موقعا من كفايته وكفاية ممونه … والمسكين من قدر على مال أو كسب يقع موقعا من حاجته ولا يكفيه … كمن يحتاج لعشرة وعنده ثمانية ولا يكفيه الكفاية السابقة وإن ملك أكثر من نصاب حتى أن للإمام أن يأخذ زكاته ويدفعها إليه …  (ولو أعطاها) أي الزكاة ولو الفطرة (لكافر أو من به رق) ولو مبعضا غير مكاتب ( أو هاشمي أو مطلبي) … ( أو غني ) وهو من له كفاية العمر الغالب على الأصح،  وقيل من له كفاية سنة أو الكسب الحلال اللائق (لم يجزىء) ذلك عن الزكاة ولا تتأدى بذلك إن كان الدافع المالك وإن ظن استحقاقهم.ثم إن كان الدافع يظن الاستحقاق الإمام برىء المالك.</p>
<p style="background-color: white; box-sizing: border-box; color: #222222; font-family: Verdana, BlinkMacSystemFont, -apple-system, 'segoe ui', Roboto, Oxygen, Ubuntu, Cantarell, 'open sans', 'helvetica neue', sans-serif; font-size: 15px; margin-bottom: 26px; margin-top: 0px; overflow-wrap: break-word; text-align: start;"><a style="background-color: transparent; box-sizing: border-box; color: #6dd47e; text-decoration-line: none;" href="https://aswajamuda.com/masalah-zakat-fitrah-dari-kadar-hingga-cakupan-sabilillah/?utm_source=whatsapp&amp;utm_medium=social&amp;utm_campaign=messagingAppCampaign#_ftnref8">[8]</a> Sulaiman bin Muhammad Al-Bujairami, <em style="box-sizing: border-box;">Tuhfah al-Habib </em>‘<em style="box-sizing: border-box;">ala Syarhil Khatib</em>, (Beirut: Darul Kutub Al-‘Ilmiyah, tt.), Juz III, 80-81:</p>
<p style="background-color: white; box-sizing: border-box; color: #222222; font-family: Verdana, BlinkMacSystemFont, -apple-system, 'segoe ui', Roboto, Oxygen, Ubuntu, Cantarell, 'open sans', 'helvetica neue', sans-serif; font-size: 15px; margin-bottom: 26px; margin-top: 0px; overflow-wrap: break-word; text-align: right;">الفقير وهو من لا مال له ولا كسب لائق به يقع جميعهما أو مجموعهما موقعا من كفايته مطعما وملبسا ومسكنا وغيرها مما لا بد له منه على ما يليق بحاله وحال ممونه كمن يحتاج إلى عشرة ولا يملك أو لا يكتسب إلا درهمين أو ثلاثة أو أربعة وسواء أكان ما يملكه نصابا أم أقل أم أكثر … المسكين وهو من له مال أو كسب لائق به يقع موقعا من كفايته ولا يكفيه كمن يملك أو يكتسب سبعة أو ثمانية ولا يكفيه إلا عشرة والمراد أنه لا يكفيه العمر الغالب. ويمنع فقر الشخص ومسكنته كفايته بنفقة قريب أو زوج أو سيد لأنه غير محتاج كمكتسب كل يوم قدر كفايته</p>
<p style="background-color: white; box-sizing: border-box; color: #222222; font-family: Verdana, BlinkMacSystemFont, -apple-system, 'segoe ui', Roboto, Oxygen, Ubuntu, Cantarell, 'open sans', 'helvetica neue', sans-serif; font-size: 15px; margin-bottom: 26px; margin-top: 0px; overflow-wrap: break-word; text-align: right;">قوله : ( من كفايته ) أي لبقية عمره الغالب وهو اثنان وستون سنة من ولادته اه ق ل … قوله : ( لا يكفيه العمر الغالب ) أي بقيته وهو اثنتان وستون سنة ق ل</p>
<p style="background-color: white; box-sizing: border-box; color: #222222; font-family: Verdana, BlinkMacSystemFont, -apple-system, 'segoe ui', Roboto, Oxygen, Ubuntu, Cantarell, 'open sans', 'helvetica neue', sans-serif; font-size: 15px; margin-bottom: 26px; margin-top: 0px; overflow-wrap: break-word; text-align: start;">Al-Bakri bin Muhammad Syaththa al-Dimyati, <em style="box-sizing: border-box;">I</em>’<em style="box-sizing: border-box;">anatut Thalibin, </em>(Beirut: Darul Fikr, tt.), Juz II, h. 187:</p>
<p style="background-color: white; box-sizing: border-box; color: #222222; font-family: Verdana, BlinkMacSystemFont, -apple-system, 'segoe ui', Roboto, Oxygen, Ubuntu, Cantarell, 'open sans', 'helvetica neue', sans-serif; font-size: 15px; margin-bottom: 26px; margin-top: 0px; overflow-wrap: break-word; text-align: right;">والفقير من ليس له مال ولا كسب لائق يقع موقعا من كفايته وكفاية ممونه … والمسكين من قدر على مال أو كسب يقع موقعا من حاجته ولا يكفيه … كمن يحتاج لعشرة وعنده ثمانية ولا يكفيه الكفاية السابقة وإن ملك أكثر من نصاب حتى أن للإمام أن يأخذ زكاته ويدفعها إليه …  (ولو أعطاها) أي الزكاة ولو الفطرة (لكافر أو من به رق) ولو مبعضا غير مكاتب ( أو هاشمي أو مطلبي) … ( أو غني ) وهو من له كفاية العمر الغالب على الأصح،  وقيل من له كفاية سنة أو الكسب الحلال اللائق (لم يجزىء) ذلك عن الزكاة ولا تتأدى بذلك إن كان الدافع المالك وإن ظن استحقاقهم.ثم إن كان الدافع يظن الاستحقاق الإمام برىء المالك.</p>
<p style="background-color: white; box-sizing: border-box; color: #222222; font-family: Verdana, BlinkMacSystemFont, -apple-system, 'segoe ui', Roboto, Oxygen, Ubuntu, Cantarell, 'open sans', 'helvetica neue', sans-serif; font-size: 15px; margin-bottom: 26px; margin-top: 0px; overflow-wrap: break-word; text-align: start;"><a style="background-color: transparent; box-sizing: border-box; color: #6dd47e; text-decoration-line: none;" href="https://aswajamuda.com/masalah-zakat-fitrah-dari-kadar-hingga-cakupan-sabilillah/?utm_source=whatsapp&amp;utm_medium=social&amp;utm_campaign=messagingAppCampaign#_ftnref9">[9]</a> Ibnu Hajar Al-Haitami, <em style="box-sizing: border-box;">Tuhfatul Muhtaj fi Syarhil Minhaj</em><em style="box-sizing: border-box;"> </em>pada<em style="box-sizing: border-box;"> Hawasyi</em><em style="box-sizing: border-box;">t </em><em style="box-sizing: border-box;">Tuhfah</em>, (Mesir: Maktabah At-Tijariyah Al-Kubra), juz VII, halaman 161-164:</p>
<p style="background-color: white; box-sizing: border-box; color: #222222; font-family: Verdana, BlinkMacSystemFont, -apple-system, 'segoe ui', Roboto, Oxygen, Ubuntu, Cantarell, 'open sans', 'helvetica neue', sans-serif; font-size: 15px; margin-bottom: 26px; margin-top: 0px; overflow-wrap: break-word; text-align: right;"> ( فصل ) في بيان مستند الإعطاء وقدر المعطى (من طلب زكاة)، أو لم يطلب ، وأريد إعطاؤه وآثر الطلب؛ لأنه الأغلب (وعلم الإمام ) أو غيره ممن له ولاية الدفع وذكره فقط؛ لأن دخله فيها أقوى من غيره ، والمراد بالعلم الظن كما يعلم مما يأتي ( استحقاقه ) لها ( أو عدمه عمل بعلمه ) … ( وإلا ) يعلم شيئا من حاله، ( فإن ادعى فقرا أو مسكنة ) ، أو أنه غير كسوب ، وإن كان جلدا قويا ( لم يكلف بينة ) لعسرها وكذا يحلف ، وإن اتهم لما صح: أنه صلى الله عليه وسلم أعطى من سألاه الصدقة بعد أن أعلمهما أنه لا حظ فيها لغني ولا لقوي مكتسب ، ولم يحلفهما مع أنه رآهما جلدين …</p>
<p style="background-color: white; box-sizing: border-box; color: #222222; font-family: Verdana, BlinkMacSystemFont, -apple-system, 'segoe ui', Roboto, Oxygen, Ubuntu, Cantarell, 'open sans', 'helvetica neue', sans-serif; font-size: 15px; margin-bottom: 26px; margin-top: 0px; overflow-wrap: break-word; text-align: start;">An-Nawawi, <em style="box-sizing: border-box;">Al-Minhaj, </em>juz I, halaman 298:</p>
<p style="background-color: white; box-sizing: border-box; color: #222222; font-family: Verdana, BlinkMacSystemFont, -apple-system, 'segoe ui', Roboto, Oxygen, Ubuntu, Cantarell, 'open sans', 'helvetica neue', sans-serif; font-size: 15px; margin-bottom: 26px; margin-top: 0px; overflow-wrap: break-word; text-align: right;">فصل من طلب زكاة وعلم الإمام استحقاقه أو عدمه عمل بعلمه، وإلا فإن ادعى فقرا أو مسكنة لم يكلف بينة، فإن عرف له مال وادعى تلفه كلف، وكذا إن ادعى عيالا في الأصح. ويعطى غاز وابن سبيل بقولهما، فإن لم يخرجا استرد، ويطالب عامل ومكاتب وغارم ببينة، وهي: إخبار عدلين، ويغني عنها الاستفاضة، وكذا تصديق رب الدين والسيد في الأصح.</p>
<p style="background-color: white; box-sizing: border-box; color: #222222; font-family: Verdana, BlinkMacSystemFont, -apple-system, 'segoe ui', Roboto, Oxygen, Ubuntu, Cantarell, 'open sans', 'helvetica neue', sans-serif; font-size: 15px; margin-bottom: 26px; margin-top: 0px; overflow-wrap: break-word; text-align: start;"><a style="background-color: transparent; box-sizing: border-box; color: #6dd47e; text-decoration-line: none;" href="https://aswajamuda.com/masalah-zakat-fitrah-dari-kadar-hingga-cakupan-sabilillah/?utm_source=whatsapp&amp;utm_medium=social&amp;utm_campaign=messagingAppCampaign#_ftnref10">[10]</a> Abdul Haq bin Ghalib Al-Andalusi, <em style="box-sizing: border-box;">Al-Muharrar Al-Wajiz fit Tafsiril Kitab Al-‘Aziz </em>(Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyah, 1422 H/2001 M), juz III, halaman 49.</p>
<p style="background-color: white; box-sizing: border-box; color: #222222; font-family: Verdana, BlinkMacSystemFont, -apple-system, 'segoe ui', Roboto, Oxygen, Ubuntu, Cantarell, 'open sans', 'helvetica neue', sans-serif; font-size: 15px; margin-bottom: 26px; margin-top: 0px; overflow-wrap: break-word; text-align: start;"><a style="background-color: transparent; box-sizing: border-box; color: #6dd47e; text-decoration-line: none;" href="https://aswajamuda.com/masalah-zakat-fitrah-dari-kadar-hingga-cakupan-sabilillah/?utm_source=whatsapp&amp;utm_medium=social&amp;utm_campaign=messagingAppCampaign#_ftnref11">[11]</a> Ibn Qasim al-Ghazi, <em style="box-sizing: border-box;">Fath al-Qarib </em>pada <em style="box-sizing: border-box;">Hasyiyah al-Bajuri </em>(Bairut: Dar al-Kutub al-Islamiyah, tth.), juz I, halaman 283.</p>
<p style="background-color: white; box-sizing: border-box; color: #222222; font-family: Verdana, BlinkMacSystemFont, -apple-system, 'segoe ui', Roboto, Oxygen, Ubuntu, Cantarell, 'open sans', 'helvetica neue', sans-serif; font-size: 15px; margin-bottom: 26px; margin-top: 0px; overflow-wrap: break-word; text-align: start;"><a style="background-color: transparent; box-sizing: border-box; color: #6dd47e; text-decoration-line: none;" href="https://aswajamuda.com/masalah-zakat-fitrah-dari-kadar-hingga-cakupan-sabilillah/?utm_source=whatsapp&amp;utm_medium=social&amp;utm_campaign=messagingAppCampaign#_ftnref12">[12]</a> <em style="box-sizing: border-box;">Al-Majmu’</em>, II/365 dan VI/138, <em style="box-sizing: border-box;">Al-Umm</em>, II/74, <em style="box-sizing: border-box;">Bughyatul Mustarsyidin</em>, 147, <em style="box-sizing: border-box;">Ghayah Talkhishil Murad</em>, 143; <em style="box-sizing: border-box;">Al-Hawi lil Fatawi</em>, 244; dan <em style="box-sizing: border-box;">Tuhfatul Muhtaj</em>, III/350-351.</p>
<p style="background-color: white; box-sizing: border-box; color: #222222; font-family: Verdana, BlinkMacSystemFont, -apple-system, 'segoe ui', Roboto, Oxygen, Ubuntu, Cantarell, 'open sans', 'helvetica neue', sans-serif; font-size: 15px; margin-bottom: 26px; margin-top: 0px; overflow-wrap: break-word; text-align: start;"><a style="background-color: transparent; box-sizing: border-box; color: #6dd47e; text-decoration-line: none;" href="https://aswajamuda.com/masalah-zakat-fitrah-dari-kadar-hingga-cakupan-sabilillah/?utm_source=whatsapp&amp;utm_medium=social&amp;utm_campaign=messagingAppCampaign#_ftnref13">[13]</a> Muhyiddin bin Syaraf An-Nawawi, <em style="box-sizing: border-box;">A</em><em style="box-sizing: border-box;">l-Majmu’ Syarh</em><em style="box-sizing: border-box;">ul </em><em style="box-sizing: border-box;">Muhaddzab</em><em style="box-sizing: border-box;">, </em>(Jeddah: Maktabah al-Irsyad), juz VI, halaman 138.</p>
</div>
<p><span style="font-size: x-small;">_______________________</span></p>
<p><span style="font-size: x-small;">dilansir dari laman <a href="https://aswajamuda.com/masalah-zakat-fitrah-dari-kadar-hingga-cakupan-sabilillah/?utm_source=whatsapp&amp;utm_medium=social&amp;utm_campaign=messagingAppCampaign">aswajamuda.com</a> </span></p>
<p>The post <a href="https://suaranu.id/masalah-zakat-fitrah-dari-kadar-hingga-cakupan-sabilillah/">Masalah Zakat Fitrah: Dari Kadar Hingga Cakupan Sabilillah</a> appeared first on <a href="https://suaranu.id">Suara NU</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sanad Dalail Al-Khoirot Al-Maghfurlah KH Dalhar Watucongol</title>
		<link>https://suaranu.id/sanad-dalail-al-khoirot-al-maghfurlah-kh-dalhar-watucongol/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin Suara Nu]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 15 May 2022 17:32:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ibadah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suaranu.id/2022/05/15/sanad-dalail-al-khoirot-al-maghfurlah-kh-dalhar-watucongol/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh Abdul Aziz Idris  Menjadi lazim bagi kalangan toriqoh Syadziliyyah membaca aurod sholawat yang terkumpul...</p>
<p>The post <a href="https://suaranu.id/sanad-dalail-al-khoirot-al-maghfurlah-kh-dalhar-watucongol/">Sanad Dalail Al-Khoirot Al-Maghfurlah KH Dalhar Watucongol</a> appeared first on <a href="https://suaranu.id">Suara NU</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div id="suara-2861745410" class="suara-before-content suara-entity-placement"><script async src="//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-1934660840892242" crossorigin="anonymous"></script><ins class="adsbygoogle" style="display:block;" data-ad-client="ca-pub-1934660840892242" 
data-ad-slot="8121709195" 
data-ad-format="auto"></ins>
<script> 
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({}); 
</script>
</div><div><b><i>Oleh Abdul Aziz Idris </i></b></div>
<div></div>
<div>Menjadi lazim bagi kalangan toriqoh Syadziliyyah membaca aurod sholawat yang terkumpul dalam kitab Dalail Al-khoirot karangan Imam Abu Abdullah Muhammad bin Sulaiman Al-Juzuly. Karena memang beliau adalah terbilang mujadid, pembaharu dalam toriqoh ini, setelah Imam Juzuly menempuh perjalanan sebagai seorang Salik ( pengikut toriqoh ) selama bertahun tahun hingga ditunjukkan guru oleh Syekh Dzarruq. Imam Juzuly berguru kepada Syekh Abu Abdullah Muhammad Amghor dan berbaiat toriqoh Syadziliyyah dengan memulai perjalanan suluknya dengan khulwah ( menyepi ) selama 14 tahun. Toriqoh Syadziliyyah memang tetap seperti aslinya sebagaimana diasaskan Imam Abu Hasan Ali Al-Syazily tetapi di zaman Imam Jazuly ada sedikit perubahan, yang kemudian ditajdid oleh Imam Juzuly dengan menyusun kitab aurod sholawat Dalail Al-khoirot dan menjadikan aurod wajib bagi murid-murid beliau dan menjadikan guru, Mursyid sebagai hal yang pokok untuk penempuh jalan suluk/toriqoh. Karena pada awalnya toriqoh ini tidak mensyaratkan adanya Mursyid seperti disinggung oleh Dr. Hasan Jalab :</div>
<div>وبنى الشاذلي طريقته على المواظبة على الذكر والصلاة على النبي صلى الله عليه وآله وسلم ، ولم يشترط الشيخ</div>
<div>&#8221; Imam Syadzily membangun toriqohnya dengan dasar pembiasaan atas Dzikri dan bersholawat kepada Nabi SAW, dan tidak mensyaratkan guru &#8220;</div>
<div></div>
<div>Atas dasar inilah kemudian Imam Juzuly menetapkan kitab aurod Dalail Al-khoirot sebagai aurod yang harus dibaca kalangan Syadziliyyah.</div>
<div></div>
<div>Perkembangan toriqoh Syadziliyyah sedemikian luas dan menyebar ke hampir seluruh penjuru dunia, ini juga memberi warna tersendiri bagi para pengikutnya, ada beberapa corak di toriqoh ini. Apa yang ditajdid oleh Imam Juzuly memberi corak tersendiri dibandingkan dengan jalur toriqoh ini dari Masyayekh yang lain.</div>
<div></div>
<div>Di Indonesia terlebih di Jawa toriqoh ini juga tersebar salah satu Mursyid yang terkenal adalah beliau Al-Maghfurlah Simbah KH.Dalhar Watucongol Muntilan Magelang. Corak toriqoh Syadziliyyah beliau adalah corak Juzuliyyah Syadziliyyah maka beliau juga memberikan riwayat ijazah kitab Dalail Al-khoirot karena memang asas toriqoh Syadziliyyah adalah memperbanyak dzikir sholawat.</div>
<div></div>
<div>Secara riwayat Al-Maghfurlah Simbah KH.Dalhar mendapatkan ijazah, sanad Dalail Al-khoirot dari Syekh Sayyid Muhammad Amin bin Syekh Sayyid Akmad bin Syekh Sayyid Ridlwan. Sanad beliau setingkat dengan Ulama Nusantara yang lain yang satu kurun seperti Syekh Mahfudz Termas, KH. Idris Jamsaren Solo dan sebagainya. Tertulis riwayat ijazah sanad beliau hari Jumat, tanggal 20 Jumadil ula tahun 1322 H di kota Madinah.</div>
<div></div>
<div>Guru beliau Syekh Sayyid Muhammad Amin Al Madany memang menyebut dirinya dalam sanad tersebut sebagai المتثبت بخدمة دلائل الخيرات ( Yang mengukuhkan diri sebagai pelayan Dalail Al-khoirot ) di kota Madinah, sehingga nama beliau terkenal dikalangan Ulama sebagai شيخ الدلائل في الروضة الشريفة yang saat itu dalam pandangan beliau langka, jarang peminat ijazah tersebut. Dalam sanad ini beliau Mujiz menyebut KH. Dalhar dengan ungkapan berikut :</div>
<div></div>
<div>الماجد اللبيب والحاذق الا ريب ، الحج محمد نحراوي بن الحج عبد الرحمن واتو جوعول منتلان توجه الله بتاج أهل التوفيق بين العباد وعم به النفع لكل ما خل وباد.</div>
<div>Sebuah bentuk pengukuhan atas keilmuan kepada beliau Al-Maghfurlah KH.Dalhar yang saat itu masih menyebut diri dengan nama awal yakni Muhammad Nahrowi. Dan penulis belum mendapatkan data valid sejak kapan beliau menganti dengan nama Dalhar.</div>
<div></div>
<div>Secara umum sanad beliau ketika sampai kepada Syekh Sayyid Muhammad Amin Ridlwan juga serupa dengan sanad ulama lain yang sekurun dengan beliau. Semoga kita semua mendapatkan berkah beliau dengan peringatan Haul tahun ini. Amin</div>
<p>The post <a href="https://suaranu.id/sanad-dalail-al-khoirot-al-maghfurlah-kh-dalhar-watucongol/">Sanad Dalail Al-Khoirot Al-Maghfurlah KH Dalhar Watucongol</a> appeared first on <a href="https://suaranu.id">Suara NU</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tradisi Nyekar (Ziarah) ke Makam Sebelum atau Sesudah Shalat Ied</title>
		<link>https://suaranu.id/tradisi-nyekar-ziarah-ke-makam-sebelum-atau-sesudah-shalat-ied/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin Suara Nu]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 30 Apr 2022 19:28:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ibadah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suaranu.id/2022/04/30/tradisi-nyekar-ziarah-ke-makam-sebelum-atau-sesudah-shalat-ied/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Menziarahi makam orang Muslim termasuk sunnah baginda saw. sebagaimana banyak termaktub dalam berbagai riwayat bahwa...</p>
<p>The post <a href="https://suaranu.id/tradisi-nyekar-ziarah-ke-makam-sebelum-atau-sesudah-shalat-ied/">Tradisi Nyekar (Ziarah) ke Makam Sebelum atau Sesudah Shalat Ied</a> appeared first on <a href="https://suaranu.id">Suara NU</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div id="suara-3063997766" class="suara-before-content suara-entity-placement"><script async src="//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-1934660840892242" crossorigin="anonymous"></script><ins class="adsbygoogle" style="display:block;" data-ad-client="ca-pub-1934660840892242" 
data-ad-slot="8121709195" 
data-ad-format="auto"></ins>
<script> 
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({}); 
</script>
</div><div style="clear: both; text-align: left;"><span style="text-align: justify;">Menziarahi makam orang Muslim termasuk sunnah baginda saw. sebagaimana banyak termaktub dalam berbagai riwayat bahwa beliau saw. senantiasa menyempatkan diri untuk menziarahi ahli Baqi’ dan Uhud dan mengucapkan salam dan doa keselamatan pada ahli kubur yang ada di tempat tersebut.</span></div>
<div style="clear: both; text-align: justify;">
<p>Sayyidah Aisyah ra. meriwayatkan sebagaimana disampaikan oleh Imam Muslim dalam Ṣaḥīḥ-nya dan Imam Nasa’i dalam Sunan-nya:<br />
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُلَّمَا كَانَ لَيْلَتُهَا مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْرُجُ مِنْ آخِرِ اللَّيْلِ إِلَى الْبَقِيعِ فَيَقُولُ السَّلَامُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنِينَ وَأَتَاكُمْ مَا تُوعَدُونَ غَدًا مُؤَجَّلُونَ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لَاحِقُونَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِأَهْلِ بَقِيعِ الْغَرْقَدِ<br />
&#8220;Rasulullah saw. itu saat giliran malam beliau di tempatnya (Aisyah ra.), beliau saw. keluar pada akhir malam ke makam Baqi&#8217;, kemudian mengucapkan; &#8220;Keselamatan atasmu semua hai perkampungan kaum Mukminin, akan datang padamu semua apa-apa yang engkau semua dijanjikan esok, yang saat ini masih ditangguhkan waktunya. Sesungguhnya kita semua ini Insha Allāh akan menyusul kalian, Yā Allāh, ampunilah para penghuni makam Baqi&#8217; al-Gharqad ini.”</p>
<p>Disampaikan juga oleh Imam Muslim bahwa kala secara diam-diam sayyidah Aisyah ra. mengikuti baginda saw. yang keluar malam-malam dari kamar sayyidah Aisyah menuju ke Bagi’ tersebut beliau bersabda:<br />
فَإِنَّ جِبْرِيلَ أَتَانِي حِينَ رَأَيْتِ فَنَادَانِي فَأَخْفَاهُ مِنْكِ فَأَجَبْتُهُ فَأَخْفَيْتُهُ مِنْكِ وَلَمْ يَكُنْ يَدْخُلُ عَلَيْكِ وَقَدْ وَضَعْتِ ثِيَابَكِ وَظَنَنْتُ أَنْ قَدْ رَقَدْتِ فَكَرِهْتُ أَنْ أُوقِظَكِ وَخَشِيتُ أَنْ تَسْتَوْحِشِي فَقَالَ إِنَّ رَبَّكَ يَأْمُرُكَ أَنْ تَأْتِيَ أَهْلَ الْبَقِيعِ فَتَسْتَغْفِرَ لَهُمْ قَالَتْ قُلْتُ كَيْفَ أَقُولُ لَهُمْ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ قُولِي السَّلَامُ عَلَى أَهْلِ الدِّيَارِ مِنْ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ وَيَرْحَمُ اللَّهُ الْمُسْتَقْدِمِينَ مِنَّا وَالْمُسْتَأْخِرِينَ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لَلَاحِقُونَ<br />
“Jibril tadi datang padaku, saat dia melihatmu maka dia memanggilku perlahan-lahan sehingga tidak terdengar olehmu. Aku menjawab panggilannya tanpa terdengar pula olehmu. Dia tidak masuk ke rumah, karena kamu telah menanggalkan pakaianmu, aku pun mengira bahwa kamu telah tidur, oleh sebab itu aku segan membangunkanmu khawatir engkau akan merasa kesepian. Jibril berkata padaku; “Allah swt. memerintahkan anda agar datang ke Baqi&#8217; dan memohonkan ampunan bagi para penghuninya.” Aku berkata; “Lalu apa yang kubaca sesampai di sana wahai (Jibril) sang Utusan Allah?”. Jibril menjawab, “Ucapkanlah: “Semoga keselamatan tercurahkan untuk penduduk kampung orang-orang mukmin dan muslim, semoga Allah memberi rahmat kepada orang-orang yang telah mendahului kami dan orang-orang kemudian, dan kami Insha Allāh akan menyusul kalian semua.”</p>
<p>Imam Abu Syaibah meriwayatkan secara marfū‘, sebagaimana dikutip oleh Syekh Samhudi dalam Khulāṣat al-Wafā/ al-Wafā al-Wafā bi Akhbār Dār al-Muṣṭafā, juga Imam Thabari kala menafsiri ayat QS. al-Ra‘d: 23 :<br />
أن النبي صلى الله عليه وسلم كان يأتي قبور الشهداء بأحد على رأس كل حول فيقول : السلام عليكم بما صبرتم فنعم عقبى الدار. قال: وجاءها أبو بكر، ثم عمر، ثم عثمان رضي الله تعالى عنهم<br />
“Sesungguhnya baginda Nabi saw. itu mendatangi makam Shuhadā’ Uḥud di setiap awal tahun dan beliau berdoa; “Semoga keselamatan tercurahkan untuk kalian sebab kesabaran kalian, maka sebaik-baiknya tempat kembali itu surga.  (Ibnu Abi Shalih) berkata; dan Abu Bakar, lalu Umar dan Usman juga mendatangi pemakaman Uhud (setiap awal tahun sebagaimana baginda saw.)”</p>
<p>Hadis di atas juga dapat kita jumpai menjadi dalil mazhab Hanafi saat menjelaskan kebolehan berziarah kubur sebagaimana disebut oleh Doktor Wahbah dalam al-Fiqh al-Islāmī wa Adillatuhu (2/540) juga Ma‘rifat al-Sunan wa al-Āthār-nya Imam Bayhaqi yang dita‘līq oleh Doktor Abdul Mu‘thi Amin Qal‘aji (5/350) di bab ziarah Kubur.</p>
<p>Bahkan sebelum wafat, baginda saw. menyempatkan untuk berziarah Shuhadā’ Uḥud sebagaimana disebutkan dalam Hadis Sahih Bukhari-Muslim dan juga Nasa’i dari sahabat Uqbah ra.:<br />
صَلَّى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى قَتْلَى أُحُدٍ بَعْدَ ثَمَانِي سِنِينَ كَالْمُوَدِّعِ لِلْأَحْيَاءِ وَالْأَمْوَاتِ&#8230;<br />
“Baginda saw. shalat untuk Shuhadā’ Uḥud setelah delapan tahun (syahidnya mereka) layaknya perpisahan bagi yang hidup dan yang mati&#8230;”</p>
<p>Imam Ābādī dalam ‘Awn al-Ma‘būd menjelaskan Hadis di atas bahwa makna shalat dalam hadis ini bukanlah doa, namun memang shalat mayyit yang beliau laksanakan untuk para Shuhadā’ Uḥud pasca delapan tahun selepas syahidnya mereka. Masyhur disebutkan dalam riwayat lain bahwa pasca perang Uhud, para Shuhadā’ yang wafat langsung dikebumikan tanpa dishalati oleh beliau dan baru dishalati oleh beliau setelah hampir delapan tahun syahidnya mereka sebagaimana disebutkan oleh Hadis di atas.</p>
<p>Tidak hanya berziarah ke makam Baqi dan Uhud, baginda dalam riwayat yang lain juga pernah diceritakan telah berziarah ke makam ibunda beliau saw. (sayyidah Aminah binti Wahab). Dan Mayoritas dalam empat mazhab mu‘tabar membolehkan dan bahkan menghukumi sunnah berziarah kubur.</p>
<p>Kaitannya dengan tradisi ziarah kubur sebelum perayaan Ied atau di hari raya Ied yang dilakukan oleh masyarakat Nusantara baik di Indonesia, Malaysia, Singapura dan Brunei. Maka hal demikian sebetulnya masuk dalam ranah kebolehan atau kesunnahan ziarah kubur di atas. Sebab dalil ziarah kubur tidak membatasi harus dilakukan di hari tertentu.</p>
<p>Hanya Syeikh Amru Wardani dalam siaran langsung Dār al-Iftā’ yang juga diwartakan oleh koran al-Balad pada 13 Mei 2021 yang menyampaikan bahwa fenomena ziarah Kubur di hari pertama Ied yang dilakukan oleh beberapa masyarakat Mesir pada dasarnya menyalahi hal yang utama. Maksudnya adalah bahwa ziarah kubur itu sunnah sebagaimana pendapat mayoritas ulama berbagai mazhab dan hari Ied merupakan hari perayaan dan kesenangan. Jika dengan berziarah itu menyebabkan hati sedih maka seyogyanya tidak dilakukan sebab hari itu semestinya menjadi hari kegembiraan.</p>
<p>Namun jika kegembiraan hari Ied itu tidak berubah sebab berziarah maka tidaklah mengapa. Walau demikian beliau tidak mengharamkan ziarah kubur di hari Ied yang dapat berujung pada hati yang sedih sebab mengenang keluarga yang telah wafat, hanya jika ziarah berujung kesedihan maka afdhalnya ditinggalkan sebab khilāf al-awlā.</p>
<p>Pendapat demikian juga sebelumnya telah disampaikan oleh Syeikh Majdi Asyur, Amīn al-Fatwā Dār al-Iftā’ al-Maṣriyyah dalam laman facebook Dār al-Iftā’ yang juga diwartakan oleh koran al-Yaum al-Sābi‘ 3 Juni 2019. Dalam koran Akhbār al-Yawm 15 Mei 2021, Syeikh Syauqi Allam, Mufti Dār al-Iftā’ al-Maṣriyyah menggariskan bahwa ziarah kubur disunnahkan pada hari apapun, bahkan ziarah kubur akan mempunyai keutamaan tersendiri saat dilakukan di hari-hari yang penuh berkah, semisal di hari Ied. Sebab di hari tersebut ziarah kubur dapat dimaknai sebagai bentuk silaturrahim pada kerabat yang telah wafat atau kebaktian seorang anak pada orang tua yang wafat dengan mendoakan mereka. Hanya, ziarah di hari Ied harus dapat menjaga hati dari kesedihan dan menjaga lisan dari penyesalan atau ratapan-ratapan kesedihan.</p>
<p>Dengan demikian, tradisi ziarah kubur yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia saat hari Ied adalah boleh bahkan baik jika tidak sampai membuat hati sedih. Terlebih jika ziarah itu dilakukan sebelum atau menjelang esok hari Ied atau setelah hari Ied dengan maksud mendoakan keluarga yang wafat, maka tidak menyalahi akan keharusan bergembira di hari Ied sebab aktifitas ziarah dilakukan di pra dan pasca hari Ied. Wa Allāh A’lam.</p>
<p><i><b>( Bakrul Huda ) </b></i></p>
</div>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://suaranu.id/tradisi-nyekar-ziarah-ke-makam-sebelum-atau-sesudah-shalat-ied/">Tradisi Nyekar (Ziarah) ke Makam Sebelum atau Sesudah Shalat Ied</a> appeared first on <a href="https://suaranu.id">Suara NU</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hukum Kirim Stiker &#8221; Inna Lillahi atau Copas Al-Fatihah &#8221; Atau Doa &#8211; Doa Untuk Orang Yang Sudah Meninggal</title>
		<link>https://suaranu.id/hukum-kirim-stiker-inna-lillahi-atau-copas-al-fatihah-atau-doa-doa-untuk-orang-yang-sudah-meninggal/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin Suara Nu]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Jul 2021 07:53:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ibadah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suaranu.id/2021/07/15/hukum-kirim-stiker-inna-lillahi-atau-copas-al-fatihah-atau-doa-doa-untuk-orang-yang-sudah-meninggal/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Hadirnya media sosial sebagai media dalam memudahkan berbagai aktifitas, sudah menjadi realitas keseharian. Hal ini...</p>
<p>The post <a href="https://suaranu.id/hukum-kirim-stiker-inna-lillahi-atau-copas-al-fatihah-atau-doa-doa-untuk-orang-yang-sudah-meninggal/">Hukum Kirim Stiker &#8221; Inna Lillahi atau Copas Al-Fatihah &#8221; Atau Doa &#8211; Doa Untuk Orang Yang Sudah Meninggal</a> appeared first on <a href="https://suaranu.id">Suara NU</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div id="suara-1388423889" class="suara-before-content suara-entity-placement"><script async src="//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-1934660840892242" crossorigin="anonymous"></script><ins class="adsbygoogle" style="display:block;" data-ad-client="ca-pub-1934660840892242" 
data-ad-slot="8121709195" 
data-ad-format="auto"></ins>
<script> 
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({}); 
</script>
</div><div>Hadirnya media sosial sebagai media dalam memudahkan berbagai aktifitas, sudah menjadi realitas keseharian.</div>
<div></div>
<div>Hal ini juga berlaku bagi orang yang hendak kirim al-Fatihah atau doa. Biasanya kalau ada kabar duka orang meninggal dunia di grup Whatsapp, dalam hitungan detik setelah kabar duka muncul, langsung disambut balasan doa dan al-Fatihah dalam bentuk stiker atau teks yang sepertinya sudah di-save dan tinggal copy-paste saja.</div>
<div></div>
<div>Anehnya kadang hanya mengirim stiker atau teks doa tersebut, banyak yang tidak membaca do&#8217;a atau membaca al -Fatihah atau lupa melafalkannya.</div>
<div></div>
<div>Lantas, cukupkah dengan cara demikian, tanpa mengucapkannya lagi, hanya banyak-banyakan share stiker do&#8217;a?</div>
<div></div>
<div>Jawaban:</div>
<div></div>
<div>Do&#8217;a yang dikirim untuk orang yang sudah meninggal adalah bisa sampai dan bermanfaat untuk mayyit. Tetapi jika doa-doa tersebut hanya berbentuk stiker atau teks bacaan al-Fatihah dan do&#8217;a lainnya tanpa diucapkan terlebih dahulu sebelum dishare, (maka) tidak dikatakan doa dan tidak ada manfaatnya bagi mayyit.</div>
<div></div>
<div>Doa-doa tersebut harus dilafadzkan (diucapkan) secara lengkap terlebih dahulu, sebelum dishare.</div>
<div></div>
<div>(Referensi) silahkan dilihat beberapa keterangan sebagai berikut:</div>
<div></div>
<div><b>1. Kitab al-Adzkar li-Syaikhil Islam al-Imam al-Nawawi, hal. 16:</b></div>
<div></div>
<div>اعلم أن الأذكار المشروعة في الصلاة وغيرها واجبةً كانت أو مستحبةً لا يُحسبُ شيءٌ منها ولا يُعتدّ به حتى يتلفَّظَ به بحيثُ يُسمع نفسه إذا كان صحيح السمع لا عارض له</div>
<div></div>
<div>&#8220;Ketahuilah bahwa dzikir yang disyariatkan dalam salat dan ibadah lainnya, baik yang wajib ataupun sunnah tidak dihitung dan tidak dianggap kecuali diucapkan, sekiranya ia dapat mendengar yang diucapkannya sendiri apabila pendengarannya sehat dan dalam keadaan normal (tidak sedang bising dan sebagainya).&#8221;</div>
<div></div>
<div><b>2. Kitab Al Mausu&#8217;ah al-Fiqhiyah (21/249):</b></div>
<div></div>
<div> &#8220;لا يعتدُّ بشيء مما رتَّب الشارع الأجر على الإتيان به من الأذكار الواجبة أو المستحبة في الصلاة وغيرها حتى يتلفظ به الذاكر ويُسمع نفسه إذا كان صحيح السمع؛</div>
<div></div>
<div>&#8220;Dzikir yang wajib atau sunah, di dalam shalat atau yang lain, tidak bisa mendapatkan pahala kecuali dilafadzkan orang yang berdzikir tersebut dan (suaranya) terdengar, jika pendengarannya normal.&#8221;</div>
<div></div>
<div><b><i>Sumber KH. Zaenal Arifin, Pesantren Denanyar.</i></b></div>
<p>The post <a href="https://suaranu.id/hukum-kirim-stiker-inna-lillahi-atau-copas-al-fatihah-atau-doa-doa-untuk-orang-yang-sudah-meninggal/">Hukum Kirim Stiker &#8221; Inna Lillahi atau Copas Al-Fatihah &#8221; Atau Doa &#8211; Doa Untuk Orang Yang Sudah Meninggal</a> appeared first on <a href="https://suaranu.id">Suara NU</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ngaji Kitab Manaqib Karya Al-Maghfurlah KH. Dalhar Watucongol</title>
		<link>https://suaranu.id/ngaji-kitab-manaqib-karya-al-maghfurlah-kh-dalhar-watucongol/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin Suara Nu]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 13 Jun 2020 02:52:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ibadah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suaranu.id/2020/06/13/ngaji-kitab-manaqib-karya-al-maghfurlah-kh-dalhar-watucongol/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh Abdul Aziz Idris Abdan Di masanya Beliau adalah salah satu rujukan pokok masyarakat di...</p>
<p>The post <a href="https://suaranu.id/ngaji-kitab-manaqib-karya-al-maghfurlah-kh-dalhar-watucongol/">Ngaji Kitab Manaqib Karya Al-Maghfurlah KH. Dalhar Watucongol</a> appeared first on <a href="https://suaranu.id">Suara NU</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div id="suara-1845773142" class="suara-before-content suara-entity-placement"><script async src="//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-1934660840892242" crossorigin="anonymous"></script><ins class="adsbygoogle" style="display:block;" data-ad-client="ca-pub-1934660840892242" 
data-ad-slot="8121709195" 
data-ad-format="auto"></ins>
<script> 
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({}); 
</script>
</div><div><i><b>Oleh Abdul Aziz Idris Abdan</b></i></div>
<div>
<div></div>
<div>Di masanya Beliau adalah salah satu rujukan pokok masyarakat di Magelang dan sekitarnya, banyak Ulama, Kyai lahir dari didikan Beliau. Ternyata di tengah kesibukan Beliau mengasuh santri santri dan masyarakat Beliau seperti juga Ulama kebanyakan menulis karangan, kitab salah satu kitab yang sudah di cetak adalah kitab Manaqib, biografi pendiri Thoriqoh Syadziliyyah, Al-Imam Abul Hasan Ali bin Abdulloh Al-Syadzily atau sering maayhur dengan sebutan Imam Syadzaly. Di sampul kitab ini judulnya Tanwirul Ma&#8217;aaly fi Manaqib Al-Syaikh Ali Abil Hasan Al-Syadzily, tetapi di halaman empat disebut Al-Tasabbuh Al-Shoghir bi Al-Akabir fi Dzikri nubzatun min manaqib ustadzi Al-Kabir.</div>
<div></div>
<div>Dalam pembukaan kitab ini disebut tujuan penulisan kitab Manaqib ini adalah supaya kita mengerti tata cara thoriqoh Syadziliyyah, faidah ikut Thoriqoh Syadziliyyah, dan supaya kita semakin senang dengan lelampahan ( amaliyah ) dari Syekh Abu Hasan Al-Syadzily yang menunjukkan kepada perilaku, akhlaq dari Nabi Besar Muhammad SAW.</div>
<div></div>
<div>Dalam pandangan para Ulama bahwa kisah kisah, kabar dari perjalanan hidup orang orang terdahulu sangat besar sekali pengaruh dan kesannya bagi setiap orang. Sebagaimana disebut dalam Al-Qur&#8217;an surat Al-Arof ayat 176 :</div>
<div>فَٱقْصُصِ ٱلْقَصَصَ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ</div>
<div>&#8221; Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir.&#8221;</div>
<div>Dalam kitab tafsirnya Imam Al-Thohir Ibnu &#8216;Asyur menyebut :</div>
<div>فَإنَّ في القَصَصِ تَفَكُّرًا ومَوْعِظَةً فَيُرْجى مِنهُ تَفَكُّرُهم ومَوْعِظَتُهم،</div>
<div>&#8221; Sesungguhnya dalam kisah kisah ada perenungan dan mauidzoh,  pitutur ( pelajaran ) yang diharapkan darinya perenungan dan pengambilan pelajaran tersebut&#8221;.</div>
<div></div>
<div>Dan Nabi SAW pun seringkali bercerita tentang berita umat terdahulu yang dalam cerita tersebut terkandung hikmah, pelajaran dan makna yang banyak. Untuk menguatkan keimanan para sahabat, meneguhkan hati sahabatnya dalam keimanan, dan sekaligus mencerahkan dan mendamaikan perasaan dan jiwa mereka.</div>
<div>Dari titik inilah Al-Imam Al-Junaid mengatakan :</div>
<div>الحكايات جند من جنود الله تعالى ليثبت الله عز وجل بها قلوب أوليائه .</div>
<div>&#8221; Cerita cerita adalah tentara dari beberapa tentara. Alloh tetapkan hati para kekasihnya dengan hal tersebut&#8221;.</div>
<div>Kemudian ada yang menyela beliau mana dalilnya, Beliau menyebut ayat</div>
<div>وَكُلًّا نَقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ أَنْبَاءِ الرُّسُلِ مَا نُثَبِّتُ بِهِ فُؤَادَكَ ۚ وَجَاءَكَ فِي هَٰذِهِ الْحَقُّ وَمَوْعِظَةٌ وَذِكْرَىٰ لِلْمُؤْمِنِينَ</div>
<div>&#8221; Dan semua kisah dari rasul-rasul Kami ceritakan kepadamu, ialah kisah-kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu; dan dalam surat ini telah datang kepadamu kebenaran serta pengajaran dan peringatan bagi orang orang yang beriman&#8221;.</div>
<div>Bahkan Imam Abu Hanifah mengatakan :</div>
<div>الحكايات عن العلماء ومحاسنهم أحب إلي من كثير من الفقه، لأنها آداب القوم</div>
<div>&#8221; Cerita cerita dari para Ulama dan hal hal yang baik dari mereka lebih aku sukai daripada banyak masalah fiqh, karena ( dalam cerita tersebut ) ada adab adab kaum ( para ulama ).&#8221;</div>
<div>Salah satu nilai faidah dari cerita para ulama sebagaimana disebut oleh Imam Sufyan bin Uyainah :</div>
<div>عند ذكر الصالحين تهبط الرحمة</div>
<div>&#8221; Ketika disebut para orang sholih turunlah rahmat Alloh &#8220;.</div>
<div>Sebagaimana juga disebut dalam kitab manaqib ini</div>
<div>اذ بذكرهم تفتح أبواب السموات العالية</div>
<div>Semoga dengan telaah ini Alloh turunkan rahmat bagi masyarakat Indonesia umumnya warga Nahdhiyyin khususnya.</div>
<div>Alfatihah &#8230;</div>
<div></div>
<div>Bersambung</div>
<div></div>
<div>Pangkat, 13 juni 2020</div>
</div>
<div></div>
<div>_________________</div>
<div><b><i>Penulis adalah Wakil Katib Syuriah PCNU Kabupaten Magelang</i></b></div>
<p>The post <a href="https://suaranu.id/ngaji-kitab-manaqib-karya-al-maghfurlah-kh-dalhar-watucongol/">Ngaji Kitab Manaqib Karya Al-Maghfurlah KH. Dalhar Watucongol</a> appeared first on <a href="https://suaranu.id">Suara NU</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Haji Dan Umroh Ditengah Pandemi Dalam Pandangan Fiqh</title>
		<link>https://suaranu.id/haji-dan-umroh-ditengah-pandemi-dalam-pandangan-fiqh/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin Suara Nu]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Jun 2020 14:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ibadah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suaranu.id/2020/06/02/haji-dan-umroh-ditengah-pandemi-dalam-pandangan-fiqh/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh Abdul Aziz Idris Hari ini secara resmi pemerintah melalui menteri agama, Fachrul rozi memutuskan...</p>
<p>The post <a href="https://suaranu.id/haji-dan-umroh-ditengah-pandemi-dalam-pandangan-fiqh/">Haji Dan Umroh Ditengah Pandemi Dalam Pandangan Fiqh</a> appeared first on <a href="https://suaranu.id">Suara NU</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div id="suara-3319071362" class="suara-before-content suara-entity-placement"><script async src="//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-1934660840892242" crossorigin="anonymous"></script><ins class="adsbygoogle" style="display:block;" data-ad-client="ca-pub-1934660840892242" 
data-ad-slot="8121709195" 
data-ad-format="auto"></ins>
<script> 
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({}); 
</script>
</div><div></div>
<div>Oleh Abdul Aziz Idris</div>
<div></div>
<div>Hari ini secara resmi pemerintah melalui menteri agama, Fachrul rozi memutuskan meniadakan pemberangkatan jamaah haji dari Indonesia. Keputusan ini tentu setelah melalui tahapan dan proses yang bermuara kepada kemaslahatan. Tulisan ini tidak hendak mengulas keputusan itu. Namun sekedar meluruskan pemahaman terkait hukum menuaikan haji.</div>
<div>Sudah menjadi maklum bahwa haji dan umroh adalah bagian dari rukun Islam yang lima, haji dan umroh di wajibkan pada tahun keenam dari hijroh Nabi SAW dan tidak menjadi wajib kecuali hanya sekali seumur hidup dan itupun bagi yang mampu. Nabi SAW pun hanya sekali menunaikan haji yang masyhur disebut haji wada&#8217;.</div>
<div>Secara umum memang haji dan umroh hukumnya wajib, namun hukum ini sebenarnya bisa berubah karena ada hal lain yang berkaitan dengan keadaan tertentu. Maka hukum haji terbagi menjadi :</div>
<div>1, fardlu &#8216;ain, untuk orang Islam yang memenuhi ketentuan dan syarat( istitoah ), sering di sebut haji Islam</div>
<div>2, Fardlu kifayah,</div>
<div>Bagi setiap komunitas, negara muslim Pelaksanaan haji sebagai bagian dari ihya&#8217; al ka&#8217;bah ( menghidupkan ka&#8217;bah dengan ibadah ) tahunan, sekaligus juga sebagai forum pertemuan umat Islam dunia. Ini yang tetap akan ada sepanjang zaman.</div>
<div>3, Sunnah,</div>
<div>Haji yang dilakukan oleh anak anak.</div>
<div>4, Haram,</div>
<div>Jika nyata,atau ada dugaan resiko, bahaya yang mengancam jiwa, harta, dan kehormatan terhadap calon jamaah haji. seperti merebaknya wabah, pandemi seperti keadaan sekarang ini.</div>
<div>5, Makruh,</div>
<div>Jika ada kekhawatiran adanya resiko tersebut. Sehingga kalaupun memaksakan menunaikan haji tidak terlaksana dengan hidmat, dan maksimal .</div>
<div></div>
<div>Dan menjadi hal yang perlu difahami bahwa setiap ibadah memang ada nilai keutamaan keutamaan tersendiri yang mungkin tidak didapat pada ibadah lain. Semisal nilai keutamaan haji adalah menghapus dosa besar dan kecil bahkan dosa yang terkait dengan manusia ( huquq adami ), sebagaimana hadist, :</div>
<div></div>
<div>مَنْ حَجَّ, فَلَمْ يَرْفُثْ, وَلَمْ يَفْسُقْ, رَجَعَ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ. مُتَّفَقٌ عَلَيهِ.</div>
<div></div>
<div>“Barangsiapa berhaji dan dia tidak melakukan jima’ dan tidak pula melakukan perbuatan dosa, maka dia kembali seperti hari ia dilahirkan ibunya.” (H.R. Bukhori Muslim )</div>
<div></div>
<div>أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: ﴿العُمْرَةُ إِلَى العُمْرَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُمَا، وَالحَجُّ المَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلَّا الجَنَّةُ﴾</div>
<div> Dari Abu Hurairah radhiyallahu‘anh berkata, “Sesungguhnya Rasûlullâh shallallahu’alaihiwasallam bersabda, “Umrah satu ke Umrah lainnya adalah penebus dosa antara keduanya, dan haji yang mabrur tidak ada pahala baginya selain Surga.( HR. Bukhori ).</div>
<div></div>
<div>Tetapi menurut pandangan Imam Ibrohim Al-Bajuri nilai keutamaan sholat lebih daripada haji dan umroh. Maka dalam keadaan bagaimanapun selayaknya seorang muslim tidak kemudian sedih, bahwa banyak hal yang bisa dilakukan untuk beribadah kepada Alloh SWT.</div>
<div></div>
<div>Semoga Alloh SWT segera mengangkat wabah pandemi ini dari muka bumi dan umat ini semakin diberi taufiq untuk sebuah kebaikan dan ibadah kepada Tuhannya.</div>
<div></div>
<div>Pangkat, 2 Juni 2020</div>
<p>The post <a href="https://suaranu.id/haji-dan-umroh-ditengah-pandemi-dalam-pandangan-fiqh/">Haji Dan Umroh Ditengah Pandemi Dalam Pandangan Fiqh</a> appeared first on <a href="https://suaranu.id">Suara NU</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Siapkah Suami Jadi Imam Tarawih Di Rumah?</title>
		<link>https://suaranu.id/siapkah-suami-jadi-imam-tarawih-di-rumah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin Suara Nu]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 May 2020 20:11:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ibadah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suaranu.id/2020/05/18/siapkah-suami-jadi-imam-tarawih-di-rumah/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh Ahmad Zaenal Mubarok “Bekerja, belajar, ibadah di rumah”, pesan Presiden Jokowi pada Senin, 16...</p>
<p>The post <a href="https://suaranu.id/siapkah-suami-jadi-imam-tarawih-di-rumah/">Siapkah Suami Jadi Imam Tarawih Di Rumah?</a> appeared first on <a href="https://suaranu.id">Suara NU</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div id="suara-3102028614" class="suara-before-content suara-entity-placement"><script async src="//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-1934660840892242" crossorigin="anonymous"></script><ins class="adsbygoogle" style="display:block;" data-ad-client="ca-pub-1934660840892242" 
data-ad-slot="8121709195" 
data-ad-format="auto"></ins>
<script> 
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({}); 
</script>
</div><p><strong>Oleh Ahmad Zaenal Mubarok<br />
</strong></p>
<p>“Bekerja, belajar, ibadah di rumah”, pesan Presiden Jokowi pada Senin, 16 Maret 2020 di Istana Bogor. Pesan itu disampaikan Presiden Jokowi dalam rangka mencegah atau memutus mata rantai virus Covid-19. Mau tidak mau, masyarakat akhirnya menyesuaikan sebuah pola rutinitas baru selama pandemi ini. Bekerja di rumah, belajar di rumah, bahkan ibadah pun sangat dianjurkan di rumah. Ketika masuk bulan Ramadan, anjuran pemerintah ini seakan menjadi palu godam bagi sebagian kepala rumah tangga (suami) yang mungkin masih awam agama.</p>
<p>Jika masih awam kulitas ekonomi, mungkin masih bisa berharap pada Kartu Pra Kerja atau pelatihan online lainnya untuk memperbaiki daya saing diri. Atau mungkin akan terselematkan kehidupan ekonominya dengan Bantuan Langsung Tunai jika nasib mujur, dan terdaftar sebagai penerima. Lha kalau masih awam dalam agama? ini yang perlu direnungkan. Biasanya saat  jamaah sholat di Musholla atau Masjid komplek tempat tinggal selalu menjadi penumpang (makmum), tiba-tiba sekarang harus selalu menjadi sopir (imam) dengan bekal hafalan surat pendek yang paling lanyah 3 Qul (Qulhu, Qul-Falaq, dan Qul-Nas). Apalagi ini bulan Ramadan, sayang sekali jika tidak melaksanakan sholat taraweh.</p>
<p>Maka muncul beberapa meme dan video viral di media sosial, bagaimana seorang istri dan anak-anak protes kepada imam sholat taraweh nya. lantaran bacaan yang dibaca setelah Surat Fatihah selalu Qulhu (surat Al Ikhlas). Lantas bagaimana sholat nya, apakah sah? Dalam banyak literatur kitab Fiqih, bacaan ayat Al-Qur’an yang menjadi rukun sholat hanya Surat Al-Fatihah. Sedangkan bacaan ayat Al-Qur’an setelah membaca surat Fatihah adalah sunnah.</p>
<p>Dalam pandangan Madzhab Syafi’i, membaca Surat al-Fatihah merupakan salah satu rukun shalat yang harus dibaca oleh setiap orang yang menjalankannya dalam tiap rokaat shalat. Kecuali bagi makmum masbuq (makmum yang tertinggal rokaat pertamanya dari imam), maka ia hanya mambaca sedapatnya saja (tidak harus utuh surat Fatihah-nya). Dan inilah yang dimaksudkan dengan ungkapan “Fatihah ditanggung imam”. Dalam kitab <em>Kasyifah as-Saja Syarah Safinah an-Naja</em> karya Syekh Muhammad Nawawi al-Bantani, dijelaskan:</p>
<p>وَتَجِبُ فِيْ كُلِّ رَكْعَةٍ سَوَاءٌ الصَّلاَةُ السِّرِّيَّةُ وَالْجَهْرِيَّةُ وَسَوَاءٌ اْلإِمَامُ وَالْمَأْمُوْمُ وَالْمُنْفَرِدُ لِخَبَرِ الصَّحِيْحَيْنِ: لاَ صَلاَةَ لِمَنْ لَمْ يَقْرَأْ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ</p>
<p>“(Membaca al-Fatihah) wajib di setiap rakaat, baik shalat dengan bacaan pelan (Dzuhur dan Ashar), ataupun keras (Maghrib, Isya’, Subuh dan Jum’at), sebagai imam, makmum ataupun sendirian, sesuai dengan hadis riwayat Bukhari Muslim: “Tidak sah shalat orang yang tidak membaca al-Fatihah.”</p>
<p><strong>Sehingga jika dalam sholat, baik wajib maupun sunnah selama bacaan Al Fatihah imam sudah sesuai dengan kaidah ilmu tajwid, maka sholatnya sah dan sholatnya tersebut mendapat kesunnahan membaca ayat setelah Fatihah. Walaupun setelah Al Fatihah hanya membaca Qulhu (Al Ikhlas).</strong></p>
<p>Karena kesunnahan itulah, dalam tradisi masyarakat kita ketika jamaah sholat Taraweh yang 20 rokaat ada ragam bacaan ayat yang dibaca imam. Setelah membaca surat Fatihah. Tidak ada syariat khusus tentang bacaan yang dibaca setelah Fatihah. Di kampung-kampung umum nya membaca surat Al-Takatsur sampai Surat Al-Lahab di rokaat pertama, dan Surat Al-Ikhlas (Qulhu) di setiap rakaat kedua.</p>
<p>Ada juga tipologi masyarakat yang bersepakat masjid atau musala nya mengkhatamkan Al-Quran dalam sholat tarawih nya dengan cara per malam membaca satu Juz. Perlu diketahui, Mushaf Al-Quran standar atau lebih dikenal Al-Quran Pojok, satu juz terdiri 20 halaman. Sehingga dalam sholat Tarawih yang tipologi seperti ini, imam akan membaca satu halaman al-Quran di setiap rakaatnya. selama 30 hari khatam. Untuk mendukung program ini, biasanya takmir masjid atau musholla akan “mengimpor” imam yang <em>Hafidzul Qur’an</em>. Kalau di komplek perkotaan atau pinggiran ibu kota, hal seperti ini biasa terjadi.</p>
<p>Di masa pandemi seperti sekarang ini, jika sebuah keluarga mempunyai imam tarawih yang <em>Hafidzul Quran</em> dan bersepakat untuk mengkhatamkan Al-Quran dalam tarawih, duh alangkah indah dan beruntungnya keluarga ini.</p>
<p><strong>Namun jika mendapati sopir tarawehnya hanya hafal Qulhu saja, tidak usah <em>gabut </em>atau merasa tidak percaya diri. Tetap mendapat pahala sholat tarawih nya. Yang penting semua atas dasar iman dan ikhlas dalam melaksanakan nya, maka dosa-dosa kita semoga diampuni oleh Allah SWT, sebagaimana hadits Nabi riwayat Bukhori Muslim ini:</strong></p>
<p>مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ</p>
<p>“Barangsiapa ibadah (tarawih) di bulan Ramadhan seraya beriman dan ikhlas, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lampau” (HR al-Bukhari, Muslim).</p>
<p>Jadi, mau sholat taraweh qulhu vs 1 juz setiap malam, insyaallah sama nikmatnya. Asal landasan niatnya benar-benar mencari ridhanya Allah. Siapa tahu, dengan momentum ibadah dirumah saja justru para imam dirumah (suami) melancarkan kembali hafalan ayat-ayat pendek yang pernah dihafal tapi jarang dipakai. atau menghafal ayat-ayat pendek sebagi modal imam tarawih tahun depan maupun saat sholat fardu jamaah dirumah. Semoga kita semua mendapatkan kenikmatan lahir batin selama menjalankan ibadah puasa ini.</p>
<p><b><i>Penulis adalah Katib Syuriah MWC NU Kecamatan Salaman dan Pengajar Pondok Pesantren &amp; SMP Tahfidz Al-Hidayat Kedunglumpang Salaman Magelang</i></b></p>
<p>The post <a href="https://suaranu.id/siapkah-suami-jadi-imam-tarawih-di-rumah/">Siapkah Suami Jadi Imam Tarawih Di Rumah?</a> appeared first on <a href="https://suaranu.id">Suara NU</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
